Perhitungan Suara Pemilu Timor Terhambat
Selasa, 10 April 2007 | 11:51 WIB
TEMPO Interaktif, Dili: Berbagai masalah teknis telah menghambat perhitungan suara dalam pemilihan umum Presiden Timor Leste, seperti lampu padam, komputer macet, dan keterlambatan pengiriman surat suara ke wilayah yang kekurangan.
"Pengiriman surat suara ke distrik, termasuk Distrik Viquque, misalnya, baru bisa tengah malam, namun warga setempat tetap sabar menunggu untuk mencoblos, sehinggga perhitungan suara baru bisa dilanjutkan pagi tadi," kata juru bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pastor Martinho Gusmao, hari ini.
Sejauh ini, hasil perhitungan sementara di 108 dari 113 tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah Dili menunjukkan bahwa Ramos Horta, calon presiden independen, mengungguli tujuh calon lainnya. Perdana Menteri Timor Leste itu telah mengumpulkan 30% suara.
Urutan berikutnya dipegang Fernando "Lasama" de Araujo, Ketua Partai Demokrat dan bekas tahanan politik Indonesia, dengan 25% suara. Di bawahnya ada Fransisco Xavier do Amaral dari Partai Asosiasi Demokrat-Sosial Timor dan Francisco "Lu-olo" Guterres dari Partai Fretilin.
Perhitungan suara di setiap distrik saat ini masih berlangsung hingga ditutup pada pukul 15.00 waktu setempat nanti, sehingga KPU belum bisa menyampaikan hasil penghitungan suara nasional.
"Kalau kita lihat hasil sementara perolehan suara setiap calon di Dili, kemungkinan ada putaran kedua. Tapi, belum bisa dipastikan secara nasional siapa yang akan teratas," kata Martinho.
Martinho menambahkan bahwa proses pemilihan kemarin berjalan aman dan situasi keamanannya stabil, meskipun di beberapa distrik sempat terjadi adu mulut antara pendukung dan penentang para kandidat presiden.
JOSE SARITO AMARAL




Komentar Anda :