close

Berebut Massa Mengambang di Pemilu Prancis

Sabtu, 21 April 2007 | 00:17 WIB

TEMPO Interaktif, Paris: Para kandidat presiden Prancis kemarin menggelar aksi puncak membujuk jutaan masa mengambang saat masa kampanye ditutup untuk pemilu presiden putaran pertama besok.

Kandidat sayap kanan Nicolas Sarkozy memimpin jajak pendapat di depan kandidat Sosialis Segolene Royal. Royal berambisi menjadi presiden perempuan pertama Prancis. Persaingan mereka dibayangi calon kubu tengah Francois Bayrou yang berpeluang besar.

Keduabelas kandidat hingga tengah malam kemarin (dinihari tadi WIB) bertarung mengail dukungan publik di seantero negeri.

Jajak pendapat Ifop yang dirilis kemarin menunjukkan Sarkozy berpeluang di putaran pertama dengan 28 persen suara. Royal menggaet 22,5 persen, dan Bayrou 20 persen. Sedangkan pemimpin kanan Jean-Marie Le Pen dengan 13 persen saja.

"Kampanye ini adalah tes kepercayaan saya," kata Sarkozy, 52 tahun, sebelum disambut teriakan 12 ribu orang pendukungnya di Marseille Kamis lalu.

Royal, 53, bekas penasehat presiden sosialis terakhir Francois Mitterand, menyerang Sarkozy dalam wawancara televisi. Ia mengatakan, Prancis "tak menginginkan tipe (kandidat) yang mendorong rakyat Prancis bermusuhan satu sama lain".

Sebaliknya, Royal dalam kampanye terakhir di kota Toulouse, berjanji menjamin "nilai kemanusiaan didahulukan sebelum nilai pasar modal".

Adapun Bayrou, 55, sangat prihatin meningkatnya ketegangan di Prancis. "Saya ingin Prancis aman dan damai," katanya. AFP/dwi

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan