Sinyal Ledakan Baru Penduduk Cina
Senin, 07 Mei 2007 | 16:09 WIB
TEMPO Interaktif, Beijing: Badan perencanaan keluarga Cina memperingatkan negeri terbanyak penduduk di dunia itu dapat menghadapi "lonjakan baru populasi". Pasalnya, kekayaan yang tiba-tiba berlimpah bisa berujung pengabaian hukum kontrol penduduk dan maraknya perkawinan muda usia di wilayah pinggiran. Demikian dilaporkan kantor berita Xinhua hari ini.
Kebijakan keluarga berencana Cina diterapkan mulai akhir 1970-an, berupa pembatasan pasangan keluarga di perkotaan hanya boleh punya satu anak. Dan keluarga di daerah pinggiran maksimal dua anak. Tujuannya mengendalikan laju pertumbuhan penduduk terkait penyediaan sumber-sumber daya alam.
Tapi meroketnya pendapatan artinya orang-orang kaya baru bisa menjebol aturan dan mampu membayar denda.
"Angka orang kaya baru dan pesohor yang punya lebih dari satu anak meningkat drastis, dan hampir 10 persen dari mereka punya tiga anak," kata hasil survei Komisi Populasi Nasional dan perencanaan Keluarga seperti dikutip Xinhua. Konstitusi Cina menyebut para pria boleh menikah setelah usia 22 tahun dan perempuan pada usia 20 tahun. AFP





