Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Gedung Putih Cabut Dukungan terhadap Wolfowitz
Selasa, 08 Mei 2007 | 23:15 WIB

TEMPO Interaktif, Washington: Gedung Putih hari ini mencabut dukungan terhadap Presiden Bank Dunia Paul D. Wolfowitz, yang dituduh melanggar aturan bank dalam kasus promosi dan kompensasi besar yang diberikannya kepada Shaha Riza Ali, anggota staf bank sekaligus kekasihnya.

Selama ini Presiden Amerika Serikat George W. Bush berkali-kali menyatakan tetap membela Wolfowitz dalam kasus itu. "Perdebatannya sekarang bukan lagi antara pemerintah dan Bank Dunia, tapi antara Wolfowitz dan Bank Dunia," kata Dana Perino, juru bicara Gedung Putih. "Saya kira adalah pantas untuk membiarkan prosesnya berjalan sendiri ketimbang mencoba melibatkan diri kami ke dalamnya."

Panel khusus Bank Dunia telah menyimpulkan bahwa Wolfowitz telah melanggar aturan lembaga itu dan mengirim laporannya kepada Wolfowitz. Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia itu diberi kesempatan untuk mempertimbangkannya sebelum laporan itu diajukan ke Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia.

Pengacara Wolfowitz, Robert Bennett, mengatakan bahwa kliennya diberi waktu 48 jam untuk menanggapi laporan yang dia sebut "tak masuk akal dan tak adil" itu.

Saat Wolfowitz memimpin Bank Dunia pada Juni 2005, Shaha ditugasi ke luar untuk menghindari konflik kepentingan dengan bekas Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat itu. Shaha lalu menjadi penasihat komunikasi di cabang bank itu di Timur Tengah dengan pendapatan mencapai US$ 133 ribu atau Rp 1,2 miliar per tahun.

Kemudian Shaha ditugasi di Departemen Luar Negeri dengan gaji sebesar Rp 1,756 miliar per tahun (bebas pajak)--jauh lebih besar dari Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice yang sekitar Rp 1,7 miliar (belum termasuk pajak).

| AFP | AP | IWANK

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ramalan Bank Dunia dan George Soros  | 08 Desember 1998
Miskin di Abad XXI, Bersama IDA  | 01 Desember 1998
Tambah Miskin, Tambah Utang  | 01 Desember 1998
Salah Bestek ke Pengadilan  | 20 Oktober 1998
Mempertanyakan Garansi Bank Dunia | 20 Oktober 1998
"Kami Kurang Puas dengan Pemerintah"  | 17 Mei 1999
Suara Protes dari Penjaringan  | 20 April 1999
Miskin tak Miskin, Tetap Pasrah  | 01 Pebruari 1999
Melawan Krisis, Tidak Ini, Tidak Itu  | 26 Januari 1999
Membesarkan Usaha Kecil | 01 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Uni Eropa Tuntut Komitmen Amerika Bebaskan Visa
Iran Bebaskan 15 Pelaut Inggris
Ketua DPR Amerika Kunjungi Suriah
Amerika Menimbang Traktat Tak-Menyerang ASEAN
Bekas Wakil Presiden Irak Digantung
Puluhan Ribu Orang Besok Berdemo di Washington
Demonstran Protes Bush di Meksiko
Amerika Tambah 2.000 Tentara di Irak
Demokrat Berusaha Cabut Mandat Perang Irak
Cheney Peringatkan Pengembangan Militer Cina
> selengkapnya...

Referensi

Utang Makin Menumpuk, CGI Jalan Terus

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk99665 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pembangunan Taman Ayodya Molor
Persib Kalah, Bobotoh Rusuh di Siliwangi
Dede Jusuf Anggap, Kerusuhan Tak Bisa DIhindari "
Persib Takluk Di tangan Persija
Penjualan Selama IIMS 2008 akan Capai Rp 2 Triliun

<< May,2007>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data