7 Pemain U-17 Haiti Dikabarkan Hilang di Bandara JFK
Jum'at, 15 Juni 2007 | 08:47 WIB
TEMPO Interaktif, New York:Sebagian besar pemain tim nasional sepak bola U-17 Haiti menghilang dari rombongan tim ketika transit di Bandara Internasional John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat. Rombongan tim sepak bola junior ini rencananya akan melanjutkan perjalanan ke Korea Selatan untuk persiapan Piala Dunia U-17.
Hingga Rabu (13/6) petang, lima sampai enam pemain dari 13 pemain yang hilang telah kembali ke bandara. "Belum diketahui di mana para pemain muda itu berada dan mengapa mereka meninggalkan timnya," kata Konsulat Haiti di New York Felix Agustin seperti dikutip Associated Press (AP) Kamis (14/6) malam.
Konsulat Haiti telah mencari pemain lainnya hingga Rabu malam lalu. Tapi, hingga berita ini diturunkan, sisa pemain yang meninggalkan tim belum diketahui keberadaannya.
Hilangnya 13 pemain dari total 18 pemain tim nasional Haiti U-17 ini terjadi antara Selasa (12/6) malam hingga Rabu (13/6) pagi lalu. Sebelumnya, para pemain tiba dari Haiti pada Selasa lalu dan dijadwalkan kembali berangkat menuju Seoul Korea Selatan pada Rabu dini hari. Di sana, tim dijawalkan menggelar pertandingan persahabatan guna menyongsong Piala Dunia U-17 yang bakal digelar 18 Agustus-9 September mendatag di Korea Selatan.
Otoritas Bandara New York dan New Jersey, pengelola JFK International Airport, mengaku telah mengetahui kejadian ini. Mereka juga telah meminta kepolisian setempat untuk melakukan investigasi.
Juru bicara Kedutaan Amerika Serikat di Haiti Shaila B. Manyam menegaskan, kantor kedutaan telah memeriksa kasus ini.
Augustin mengatakan, otoritas percaya ada orang dewasa dalam tim tidak melakukan perjalanan bersama dan terlibat dengan mangkirnya pemain. Dia memperingatkan, bahwa mereka bisa terkena dakwaan kriminal kecuali mereka mengembalikan para pemain muda itu.
Berbicara kepada salah satu radio berbahasa Haiti di New York, Presiden Federasi Sepak Bola Haiti Yves Jean-Bart memperingatkan para pemain muda bahwa mereka telah merusak masa depan dan terancam otoritas Amerika Serikat. "Kecuali para pemain itu kembali secepatnya," tegasnya.
Juru bicara Penjaga Perbatasan Amerika Serikat Lucille Cirillo mengatakan institusinya akan membantu investigasi selama memungkinkan. Tapi, dia mengingatkan, kantor imigrasi tidak secara langsung terlibat dalam kasus ini sampai para pemain melebihi batas waktu yang diberikan, yakni enam bulan.
AP/AGOENG WIJAYA





