Amerika Terus Tekan Iran
Selasa, 03 Juli 2007 | 16:47 WIB
TEMPO Interaktif, Bagdad:Amerika Serikat terus meningkatkan upayanya menekan Iran. Setelah sebelumnya menghimbau negara sekutu membekukan perbankan Iran, kali ini Washington menuding Iran terlibat dalam serangan militan Irak yang menewaskan lima prajurit mereka Januari lalu.
Tudingan ini kian memperkuat tuduhan Amerika sebelumnya bahwa Iran mempersenjatai dan membiayai militan Irak. Sekaligus mengancam upaya Irak untuk menggelar babak baru pembicaraan Amerika-Iran.
"Begitu hasil penyelidikan kami terhadap Dakdouk dan Al-Khazaali," tutur juru bicara militer Amerika Brigadir Jendral Kevin J. Bergner kepada pers Senin (2/7) kemarin. Ali Musa Dakdouk merupakan anggota Hisbullah asal Libanon.
Sedangkan Qaiz al-Khazaali adalah anggota milisi Irak. Keduanya diciduk aparat militer pada Maret lalu di Basra, Irak. Dakdouk, menurut Bergner, mengaku dikirim ke Irak sebagai perwakilan Quds, tentara Iran.
"Dia membantu membiayai dan mempersenjatai kelompok militan yang disebut-sebut sebagai 'grup khusus'," tutur Bergener. "Tujuannya akhirnya mengorganisir militan sebagaimana Hisbullah di Libanon."
Dakdouk, masih menurut Bergner, mengakui militan berada di belakang serangan Januari lalu di Karbala. "Operasi serangan yang sangat kompleks itu tak mungkin bisa diatur tanpa dukungan dan arahan 'Tentara Quds'," kata Bergner.
Bergner memastikan 'Tentara Quds' merupakan bagian dari pasukan elit Garda Republik Iran yang telah mencoba untuk membangun pasukan Hisbullah versi Irak untuk melawan Amerika dan tentara Irak.
"Intelijen kami menyatakan bahwa pemimpin tinggi di Iran mengetahui aktifitas tersebut," ujar Bergner. "Sangat sulit dibayangkan bahwa Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei tak mengetahui aktifitas itu.
Iran terang menyangkal klaim Amerika bahwa pihaknya telah menyokong militan Irak. Termasuk tudingan terkait dengan beberapa aksi bom bunuh diri. Juru Bicara Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Ali Hosseini menuding Amerika mengada-ngada.
Ia juga menyebut para pemimpin di Amerika punya kebiasaan menyebar isu-isu yang menggelikan dan pernyataan-pernyataan yang keliru. "(Semua) tanpa ada bukti! Semata hanya untuk tujuan politis dan psikoligis," ujarnya.
AP | TNR | AGOENG WIJAYA




Komentar Anda :