Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Rakyat Irak Diminta Angkat Senjata
Senin, 09 Juli 2007 | 21:25 WIB

TEMPO Interaktif, Bagdad: Para politikus utama Sunni dan Syiah kemarin menyerukan agar rakyat Irak mengangkat senjata untuk membela diri mereka. Seruan ini keluar setelah terjadi aksi bom bunuh diri dengan truk dan mobil di Irak pada Sabtu dan Ahad lalu, yang menewaskan 220 orang lebih.

"Rakyat punya hak meminta perlindungan atas nyawa, tanah, dan harta benda mereka dari pemerintah serta aparat keamanan. Tapi, ketika mereka (pemerintah) tak mampu memenuhinya, rakyat tak punya pilihan selain melindungi diri mereka sendiri," kata Tariq al-Hashemi, wakil presiden Sunni Arab di Irak.

Abbas al-Bayati, orang Turki Syiah dan anggota parlemen Irak, mengkritik pengamanan di Armili, kota di sebelah utara Bagdad yang kebanyakan dihuni kaum Turki Syiah, yang menjadi sasaran bom truk pada Sabtu lalu. Dia mengklaim 130 orang tewas dalam pengeboman itu.

Bayati menilai kota itu hanya dijaga 30 polisi dan Kementerian Dalam Negeri baru memenuhi permintaan tambahan pengamanan dua hari setelah pengeboman. Bayati menyatakan bahwa pemerintah seharusnya membantu penduduk dengan uang, senjata, dan pelatihan untuk melindungi diri mereka.

Adnan al-Dulaimi, tokoh Sunni dan anggota parlemen, menilai Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki telah gagal dalam hal keamanan dan mengatakan bahwa pengikutnya akan mencoba mengajukan mosi tak percaya kepada pemerintah pimpinan Syiah itu.

Stasiun televisi Amerika Serikat, CBS, melaporkan bahwa sekumpulan besar politikus senior Sunni akan mengajukan mosi untuk menjatuhkan pemerintah Maliki pada 15 Juli nanti. Kelompok itu bagian dari aliansi proyek Irak, yang konon didukung Wakil Presiden Amerika Serikat Richard Cheney.

l AP | AFP | IWANK

Dari Arsip Majalah TEMPO
Target Berjalan dari Italia | 14 Maret 2005
Kami Tidak Akan Menjiplak Iran | 21 Pebruari 2005
Kini Tiba Giliran Syiah | 14 Pebruari 2005
Pilih Paket, Bukan Platform | 31 Januari 2005
Kebangkitan Syiah 'Politik' | 31 Januari 2005
Clinton, 'Impeachment', dan Irak  | 22 Desember 1998
Dan Garda pun Kembali  | 02 Agustus 2004
Bagdad Dulu, Bagdad Sekarang  | 02 Agustus 2004
Tulah Perang Irak bagi Blair  | 19 Juli 2004
Zarqawi: Teroris atau Dalih | 25 Oktober 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Cheney Melawat Ke Timur Tengah Tangkal Pengaruh Iran
Tentara Amerika Bunuh Pimpinan AL-Qaida
Inggris Menolak Penarikan Pasukan dari Irak
Indonesia Galang Dukungan Penarikan Pasukan AS dari Irak
Tembok Bagdad Hanya Sementara
Blok Sadr Tarik Dukungan dari Pemerintah Irak
Gedung Parlemen Irak Dibom
Krisis Kemanusiaan Warga Sipil Irak
Satu Lagi Heli Amerika Rontok di Irak
Cepat atau Lambat Indonesia akan Dihancurkan Amerika Serikat
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk103404 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data