Jepang Prihatin Kekerasan di Filipina Selatan
Selasa, 31 Juli 2007 | 20:40 WIB
TEMPO Interaktif, Manila:Jepang, negara pendonor utama hari ini menyatakan keprihatinan mendalam atas kekerasan di Filipina selatan dan mendesak pemerntah menggunakan pendekatan dalam berunding dengan gerilyawan Islam.
Dengan militer Filipina menggelar ofensif baru di wilayah selatan negeri itu setelah 10 anggota marinir Filipina dipenggal di pulau Basilan, Menteri Luar Negeri Taro Aso meminta Manila berhati-hati. Hal itu dikemukakannya di sela sidang pertemuan Menteri-menteri Luar Negeri ASEAN di Manila.
Sebelumnya, serangan besar atas gerilyawan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) telah ditunda setelah Jepang dan Kanada mengancam bantuan bisa dipotong. AFP/dwi arjanto





