|
Bantuan Pangan Amerika Rugikan Kenya
Jum'at, 17 Agustus 2007 | 20:24 WIB
TEMPO Interaktif, Nairobi: Organisasi kemanusiaan internasional CARE kemarin menolak bantuan pangan dari pemerintah Amerika Serikat senilai US$ 46 juta atau sekitar Rp 428 miliar. Cara distribusi bantuan itu, kata mereka, malah merugikan petani Kenya.
CARE, yang berbasis di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, mengatakan gandum yang disumbangkan pemerintah Amerika dan dijual oleh badan amal untuk mendanai program pengentasan masyarakat dari kemiskinan di Nairobi, Kenya, itu telah membuat harga gandum setempat anjlok. Akibatnya, hasil panen petani membanjiri pasar-pasar lokal dan petani skala kecil tak mampu bersaing.
"Kami tak menentang bantuan pangan darurat untuk hal-hal seperti kemarau dan kelaparan," kata Alina Labrada, juru bicara CARE.
Tapi, kata dia, sumbangan gandum dan pangan lain tak akan menolong wilayah yang penduduknya menjadi kelaparan karena pertanian lokalnya diperlemah oleh kompetisi internasional.
Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional (USAID) mengatakan para ahlinya telah memperkirakan secara terperinci untuk memastikan bahwa komoditas itu tak mengganggu produksi lokal.
Washington menghabiskan rata-rata Rp 18,6 triliun per tahun untuk bantuan pangan, yang kebanyakan disalurkan melalui Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa.
l AP | AFP | IWANK
INDEKS BERITA LAINNYA :
|