Penyebab Terbakarnya Pesawat Taiwan Diselidiki
Senin, 20 Agustus 2007 | 21:43 WIB
TEMPO Interaktif, NAHA:Empat petugas Komisi Investigasi Kecelakaan Pesawat dan Kereta Jepang tengah menyelidiki penyebab meledaknya pesawat penumpang asal Taipei, Taiwan, yang terbakar delapan menit setelah mendarat normal di Okinawa Senin (20/8) pagi.
Pesawat Boeing 737 milik maskapai China Airlines itu baru saja mendarat di Bandar Udara Naha saat mesin sebelah kirinya terbakar. Api merembet sangat cepat membakar sekujur tubuh pesawat tatkala ke-165 orang di pesawat itu menyelamatkan diri.
"Nyaris," kata Toshimasa Yamamoto, seorang saksi mata, kepada saluran televisi Tokyo, Broadcast System. Sebab, kata dia, saat terjadi ledakan, sejumlah penumpang masih sibuk menyelamatkan diri.
Para penumpang dan awak turun melalui tangga luncur.
Pemerintah Jepang memastikan kecelakaan itu tak terkait dengan tindak terorisme. Padahal sebelumnya Tokyo sempat mengungkap adanya dua penumpang tanpa tiket di pesawat itu.
"Sama sekali tidak berhubungan dengan terorisme," tutur seorang pejabat. Karena itu, penyelidik dari komisi akan mencari tahu kemungkinan kebocoran tangki bahan bakar pesawat. Alasan senada juga diungkapkan Kepala Badan Aeronautika Taiwan Chang Kuo-cheng, sebagaimana dikutip Times Online.
"Kalau ada api, bisa jadi ada kebocoran (bahan bakar)," ujarnya. Apalagi pesawat mendarat mulus tanpa cacat di landasan. "Semuanya baik-baik saja sampai pilot melaporkan adanya kebakaran," kata juru bicara China Airlines, Johnson Sun.
Pemerintah Taiwan bahkan sudah memerintahkan China Airlines dan anak perusahaan, Mandarin Airlines, untuk segera "memarkir" 13 Boeing 737-800 milik mereka. "Perlu uji keselamatan ulang," kata Kuo-cheng.
AFP | BBC | MAINICHI SHIMBUN | TIMESONLINE | ANDREEP





