|
Polisi Selidiki Penguburan Hidup-hidup Korban AIDS
Selasa, 28 Agustus 2007 | 20:41 WIB
TEMPO Interaktif, Port Moresby: Kepolisian dan pekerja kesehatan Papua Nugini hari ini mulai menyelidiki laporan mengenai pengidap HIV/AIDS yang dikubur hidup-hidup oleh keluarganya.
Senin lalu aktivis kesehatan Margaret Marabe menceritakan bahwa ia menyaksikan sendiri para penderita AIDS dikubur dalam keadaan masih hidup oleh anggota keluarga mereka yang takut tertular penyakit itu. Dia mengatakan bahwa lima penderita AIDS yang dikubur itu berada di wilayah Tari, Southern Highlands.
Penjabat sementara Direktur Dewan AIDS Nasional, Romanus Pakure, mengatakan pengakuan Marabe belum diverifikasi dan butuh penyelidikan, tapi mengaku prihatin atas kejadian itu.
"Polisi dan pekerja kesehatan sedang dikirim ke desa itu," kata Pakure. "Ada laporan mungkin lima sampai 10 tahun lalu orang dikubur hidup-hidup. Ada juga laporan orang didorong ke sungai atau dikubur hidup-hidup."
Laporan seperti itu, kata Pakure, masih belum diverifikasi, walaupun stigma terhadap penderita AIDS tentu ada dan dapat dikaitkan dengan sihir. Ia mempertanyakan mengapa Marabe tidak pergi saja ke kantor polisi untuk melaporkan apa yang ia saksikan.
Pakure mengatakan bahwa dewan dan badan-badan pendukung sudah bergerak untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai AIDS dan mengajari keluarga bagaimana merawat orang yang mengidap penyakit tersebut.
Perdana Menteri Sir Michael Somare mengatakan pemerintahnya bekerja sama dengan berbagai badan dan yayasan menangani krisis ini. Papua Nugini merupakan negara dengan kasus AIDS tertinggi di Asia-Pasifik. Data resmi menunjukkan angka korban 2 persen di kalangan penduduk dewasa.
l THE AGE | BBC | NGARTO F
INDEKS BERITA LAINNYA :
|