|
Prancis Serukan Penarikan Pasukan dari Irak
Selasa, 28 Agustus 2007 | 20:47 WIB
TEMPO Interaktif, Paris: Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyatakan bahwa jadwal yang jelas dalam penarikan pasukan asing dari Irak diperlukan untuk memulai pemulihan negeri yang boyak oleh perang sipil itu.
Dalam pidatonya pada Senin waktu setempat, Sarkozy mengingatkan bahwa Prancis telah menolak invasi pasukan multinasional pimpinan Amerika Serikat ke Irak pada 2003 itu, tapi kini siap membantu masyarakat internasional menemukan solusi politik di negeri tersebut.
"Cakrawala yang jernih harus ditentukan dalam hal penarikan pasukan asing (dari Irak)," kata Sarkozy di hadapan Duta Besar Prancis dari 180 negara.
Pidato Sarkozy ini menuai kritik dari oposisi Partai Sosialis, Jean-Luc Melenchon, yang menuduh Sarkozy telah membawa Prancis "bersekutu dengan pandangan dunia yang ditegakkan Presiden Bush dan para neokonservatif Amerika".
Pemerintah Amerika Serikat tak begitu hirau pada saran Sarkozy itu. "Presiden George W. Bush akan menunggu untuk mendengar terlebih dulu laporan dari Jenderal Petraeus dan Ambasador Crocker sebelum keputusan mengenai pasukan itu dijatuhkan," kata Gordon Johndroe, juru bicara masalah keamanan nasional Gedung Putih.
Panglima Pasukan Amerika Serikat di Irak, Jenderal David Petraeus, dan Duta Besar Amerika untuk Bagdad, Ryan Crocker, akan menyampaikan laporan kemajuan di Irak pada 15 September nanti.
Adapun Perdana Menteri Inggris Gordon Brown menegaskan bahwa ia menolak menentukan jadwal penarikan pasukan Inggris dari Irak, karena mereka masih punya tugas penting yang harus dilakukan.
l AFP | AP | BBC | IWANK
INDEKS BERITA LAINNYA :
|