Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Rusia Impor Uranium Australia
Jum'at, 07 September 2007 | 20:37 WIB

TEMPO Interaktif, Sydney: Presiden Rusia Vladimir Putin dan Perdana Menteri Australia John Howard hari ini menandatangani pakta kerja sama ekspor uranium Australia ke Rusia.

Kesepakatan itu terjadi di sela-sela forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Sydney, Australia. Negeri Kanguru itu menguasai 40 persen cadangan uranium dunia dan telah mengekspor mineral tersebut ke 36 negara, tapi Australia sendiri tak punya program energi nuklir.

Nilai ekspor uranium ke Rusia itu tak diumumkan. Namun, sebuah komisi Senat Australia tahun lalu menyatakan kesepakatan penjualan uranium dengan Cina seharga US$ 205 juta (atau Rp 1,93 triliun) per tahun.

"Kesepakatan ini mengizinkan pasokan uranium Australia dipakai dalam industri tenaga nuklir sipil Rusia dan memberi kerangka bagi kerja sama yang lebih luas di bidang kegiatan nuklir untuk tujuan damai," kata Howard seusai bertemu dengan Putin.

Sebelumnya Howard menyatakan Australia menuntut syarat tertentu untuk kesepakatan ini. "Syarat dari penjualan uranium kita adalah kita meminta jaminan seperlunya yang memastikan bahwa ia tak akan disalurkan ke Iran dan Suriah," kata Howard kepada radio lokal.

Namun, ketika wartawan menanyakan kemungkinan Rusia menjual kembali uranium itu ke Teheran, Putin menampiknya. "Jika kami perlu menjual uranium ke negara lain, cadangan kami sendiri sudah mencukupi," kata Putin.

Dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat pada tahun 1993, Rusia berjanji akan mengubah 500 ton sisa uranium yang telah diperkaya miliknya menjadi uranium dengan tingkat lebih rendah untuk bahan bakar pembangkit tenaga nuklir Amerika. Sisa uranium Rusia itu cukup untuk membuat 20 ribu senjata nuklir.

| AFP | THE MOSCOW TIMES | IWANK

Dari Arsip Majalah TEMPO
Mempertanyakan Relevansi APEC  | 01 Desember 1998
Drama Politik Anwar-Mahathir  | 24 November 1998
Hilang Arah di Santiago | 22 November 2004
APEC: Sekadar Pesta Tahunan?  | 27 Oktober 2003
'Terorisme' di APEC  | 22 Oktober 2001
Ke Meksiko dengan Terorisme  | 28 Oktober 2002
Ultraviolet di atas asia pasifik | 21 Agustus 1993
Asean si bungsu APEC | 20 November 1993
Dari kongko ke kongko | 20 November 1993
Imbauan dari selatan | 25 September 1993
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Cina dan Australia Bahas Kerja Sama Keamanan
Amerika Tak Kuatir Kesepakatan Nuklir Rusia dan Australia
Rusia Kucurkan Rp 9,4 Triliun untuk Militer Indonesia
Korea Utara Hentikan Nuklir Akhir 2007
Terorisme dan Demonstrasi Bayangi Forum APEC
Para Kiai Bahas Nuklir
Tentara Amerika Tahan Diplomat Iran
Prancis Serukan Penarikan Pasukan dari Irak
Australia Tutup Kamp Imigran Liar
Alkatiri: Pasukan Australia Pulang Saja
> selengkapnya...

Referensi

Tersengat Setrum Nuklir

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk107190 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< September,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data