Taliban Paksa Warga Korea Masuk Islam

Rabu, 12 September 2007 | 14:38 WIB

TEMPO Interaktif, Seoul: Beberapa sukarelawan Korea Selatan yang baru saja dibebaskan Taliban mengaku mereka dipukuli dan diancam akan dibunuh jika tidak mau masuk Islam.

Je-Chang-Hee, 38 tahun menuturkan, sebanyak 23 sandera warga Korea Selatan sering dipukuli dengan batang pohon bercabang tiga atau ditendang sekujur tubuhnya. “Mereka juga menodongkan senapan dan bayonet dan memaksa saya berpindah agama,” kata mantan sandera Taliban ini dalam acara jumpa pers di Ibu Kota Seoul, Korea Selatan, kemarin.

Je yang berhenti dari perusahaan teknologi informasi, Juni lalu belajar di sebuah sekolah teologi. Ia menjadi sukarelawan dan penerjemah bahasa Inggris di sebuah rumah sakit di Afghanistan.

Cerita yang sama juga keluar dari mulut Yoo Jung-Hwa, 39 tahun. Guru bahasa Inggris ini mengaku diancam tidak akan dibebaskan jika tak mau menjadi muslim. “Sata bahkan tidak bisa lagi menangis saking takutnya,” ujarnya.

Taliban akhirnya membebaskan 19 sandera Korea Selatan akhir Agustus lalu setelah Seoul bersedia menarik pasukannya dari Afghanistan dan berjanji tidak akan mengirim misionaris lagi ke sana. Dua sandera perempuan dibebaskan lebih dulu. Namun dua tawanan laki-laki dibunuh dan mayatnya dibuang di pinggir jalan.

AFP/Faisal Assegaf

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :