Xanana Prioritaskan Masalah Keamanan
Kamis, 13 September 2007 | 22:13 WIB
TEMPO Interaktif, Dili: Mulai hari ini hingga 17 September mendatang parlemen Timor Leste mulai membahas rancangan program pemerintahan selama lima tahun ke depan yang diajukan Perdana Menteri Xanana Gusmao.
Dalam programnya Xanana memprioritaskan perbaikan sektor keamanan dengan merombak struktur kepolisian dan perbaikan sistem peradilan.
Selain itu, dia juga mengedepankan program pemberantasan kemiskinan dan pemberian kesempatan besar bagi investor untuk membuka lapangan kerja di negeri tersebut.
"Masalah Reinado, tentara petisi dan masalah pengungsi," kata Xanana, "sudah termasuk dalam program transisi yang sedang berjalan sampai Desember mendatang."
Dana transisi yang tersedia sebanyak US$ 106 juta atau sekitar Rp 996 miliar untuk enam bulan. Sedangkan program baru ini baru akan diterapkan mulai Januari 2008.
Partai oposisi Fretilin menyoroti secara tajam program Xanana dan menilainya tidak signifikan dan tidak akan membawa negara baru itu keluar dari kemiskinan.
Ketua Fraksi Fretilin Aniceto Guterres mengatakan program itu sangat tidak jelas, karena Xanana hanya menjelaskannya secara umum. Dia juga mengkritik bahwa Xanana berambisi membangun negeri itu ke depan tapi tak didukung kemampuan para menterinya.
Meski demikian, Xanana mendapat banyak pula dukungan dari partai lain, terutama Aliansi Mayoritas Parlemen, yang merupakan koalisi partai Kongres Nasional Rekonstruksi (CNRT), Asosiasi Sosial Demokrat Timor (ASDT), Partai Sosial Demokrat (PSD) dan Partai Demokrat (PD).
JOSE SARITO AMARAL (DILI)





