Pemimpin Fatah Al-Islam Masih Hidup

Senin, 17 September 2007 | 21:39 WIB

TEMPO Interaktif, Beirut: Jaksa Agung Libanon Said Mirza mengatakan, istri pemimpin Fatah Al-Islam Syakir al-Abssi mengaku ia mungkin salah mengidentifikasi jenazah suaminya setelah tentara pemerintah menguasai kamp pengungsi Palestina di Nahar al-Barid, Tripoli, Libanon Utara, 3 September lalu.

Mirza mengungkapkan kemarin, hasil tes DNA pada mayat itu pun juga tak sesuai. Ia menambahkan, pemeriksaan forensik juga menunjukkan mayat itu berusia 30-an tahun, sedangkan usia Abssi 53 tahun. Kematian Abssi sendiri diumumkan berdasarkan identifikasi yang dilakukan istrinya, Risydiyah al-Abssi.

Selama akhir pekan lalu, tentara pemerintah berhasil menangkap juru bicara Fatah Al-Islam, Abu Salim Taha, bersama tiga anak buahnya yang berasal dari Suriah, Arab saudi, dan Tunisia di Tripoli.

Konflik selama tiga bulan di kamp Al-Barid telah menewaskan hampir 400 orang, termasuk 222 kaum militan dan 166 serdadu pemerintah.

AFP/Faisal Assegaf






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: