Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Irak Kaji Ulang Pengawal Asing
Selasa, 18 September 2007 | 20:59 WIB

TEMPO Interaktif, Bagdad:Pemerintah Irak Selasa (18/9) kemarin menyatakan akan mengkaji ulang izin semua perusahaan jasa pengamanan asing maupun lokal yang beroperasi di Irak. Hal itu disampaikan juru bicara pemerintah Ali al-Dabbagh kepada pers seusai rapat kabinet di Bagdad.

"Pemerintah ingin memastikan apakah para kontraktor itu sudah mematuhi hukum di Irak," tutur Al Dabbagh. Pemerintah, kata dia, juga berkenan mencabut izin Blackwater USA, salah satu kontraktor asal North Carolina, Amerika. "Kami akan selidiki," tuturnya.

Pemerintah Irak kemarin mengecam Blackwater USA yang sejumlah pegawainya terlibat insiden tembak menembak di Al-Yarmukh Ahad lalu. Insiden itu menewaskan setidaknya 10 penduduk sipil dan mencederai 13 lainnya.

"Kami ingin tahu apakah perusahaan itu memahami hukum di Irak dan menghormati hak warga sipil," kata Al-Dabbagh. Hal serupa juga diutarakan Direktur Operasi Departemen Dalam Negeri Irak Mayor Jenderal Abdul Karim Khalaf.

"Kami memulai penyelidikan kriminal terhadap kelompok yang melakukan kejahatan," kata Khalaf kepada kantor berita AFP. Karena itu, semua personil Blackwater sudah diberitahu untuk segera meninggalkan Irak, kecuali mereka yang terlibat insiden."

Namun petugas Kedutaan Amerika Serikat di Irak mengatakan nyaris seribu pegawai Blakwater di Irak belum akan segera dipulangkan. "Blackwater masih di Irak," kata pejabat kedutaan itu. "Kami masih menegosiasikan masalah itu dengan pemerintah Irak."

| AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pedofil Asal Amerika Divonis 10 Tahun
Pentagon Ragu Menang di Irak
Alan Greenspan: Masalah Irak Adalah Minyak
Badai Humberto Hantam Texas
Hadiah Ramadhan bagi Tahanan Irak
Usamah bin Ladin Akan Muncul di Video
67 Persen Masyarakat Ingin Amerika Meninggalkan Irak
Rusia Impor Uranium Australia
Cina dan Australia Bahas Kerja Sama Keamanan
Tentara Inggris Tinggalkan Kota Basrah, Irak
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk107901 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< September,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data