Darurat Militer di Thailand Tetap Berlanjut

Jum'at, 21 September 2007 | 16:44 WIB

TEMPO Interaktif, Bangkok: Pemimpin junta militer Thailand, Jenderal Sonthi Boonyaratglin, mengumumkan akan tetap memberlakukan keadaan darudat di beberapa wilayah negara itu meski seusai pemilu, Desember mendatang.

“Hukum perang akan tetap berlaku untuk membantu aparat keamanan memberantas peredaran narkotik dan pendatang ilegal, bukan untuk kepentingan politik,” kata Sonthi hari ini. Ia berencana berhenti sebagai panglima militer bulan ini, tapi tetap menjabat pemimpin junta.

Keadaan darurat diberlakukan di seluruh Thailand sehari setelah kudeta militer tak berdarah yang menumbangkan kekuasaan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, 19 September 2006. Namun Januari lalu, pemerintah junta mencabut status itu di 41 dari 76 provinsi di Negeri Gajah Putih itu. Hukum perang ini masih berlaku di 35 provinsi, termasuk di utara Thaland yang menjadi basis pendukung Thaksin dan Thailand Selatan.

AFP/Faisal Assegaf






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: