Joseph Estrada Kemungkinan Bisa Diampuni

Sabtu, 22 September 2007 | 00:44 WIB

TEMPO Interaktif, Manila: Menteri Dalam Negeri Filipina Ronaldo Puno kemarin mengatakan dia bakal menemui Joseph Estrada untuk membahas kemungkinan pengampunan terkait perkara korupsi yang membelitnya.

Puno mengatakan, "Kami mencoba mencari satu cara membantu bekas Presiden Erap (Estrada) keluar dari situasi yang sulit. Itulah fokus pembicaraan kami."

Menurut pembantu senior Presiden Gloria Macapagal Arroyo tersebut, ia melihat awal sebuah kesepakatan. "Erap menyatakan bakal menerima pengampunan dan presiden telah mengatakan dia bersedia memperluas pengampunan jika diminta," katanya kepada wartawan di Manila. "Situasinya tidak mudah untuk solusi perkaranya. Kami berharap selesai sebelum Natal, nanti."

Pengacara Estrada, Rufus Rodriguez dalam wawancara televisi menegaskan "absolut, tanpa syarat, tanpa tambahan status bersalah, maka kami bakal menerima tawaran pengampunan".

Estrada yang bekas presiden, kini berusia 70 tahun, dikenal dengan julukan Erap, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup akhir pekan lalu oleh pengadilan khusus anti korupsi atas penerimaan jutaan dollar dalam sogokan dan dari praktek gelap insider trading selama 30 bulan menempati kantornya. Pengacaranya tengah menyiapkan banding.

Bekas aktor film itu meraih popularitas di kalangan miskin dan masih de fakto pemimpin oposisi politik yang ingin mendongkel Arroyo.

Puno membantah satu pengampunan dimaksudkan menghapus serangan oposisi terhadap Arroyo. "Istana dipakai buat mengkritisi dan menyerang kebijakan," katanya. Namun, sekelompok pengacara yang membantu menyiapkan kasus korupsi terhadap Estrada, menentang pengampunan. AFP/dwi arjanto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: