20 Ribu Rakyat Myanmar Gugat Junta Militer

Minggu, 23 September 2007 | 22:11 WIB

TEMPO Interaktif, Yangoon: Sekitar 20 ribu rakyat Myanmar di bawah pimpinan para biksu Buddha hari ini unjuk rasa menggugat junta militer negeri itu. Sebelumnya, para biksu juga unjuk rasa seraya menjenguk ikon demokrasi Aung San Suu Kyi, yang hingga kini masih dikenai tahanan rumah.

Inilah demonstrasi terbesar di negeri itu sekaligus pembangkangan paling serius terhadap pemerintah junta dalam dua dekade. Untuk pertama kalinya, sekitar 10 ribu biksu, yang bergabung dengan 150 biksuni dan 10 ribu rakyat, unjuk rasa dengan berjalan kaki di tengah guyuran hujan dari Pagoda Emas Shwedagon, bangunan terpenting di negeri itu, di Yangoon.

"Kami menginginkan rekonsiliasi nasional, kami ingin berdialog dengan militer, kami ingin pembebasan bagi Aung San Sun Kyi dan tahanan politik lainnya," kata seorang pemimpin demonstran melalui mikrofon.

Aksi ini merupakan gelombang protes berikutnya setelah unjuk rasa Sabtu lalu, ketika tentara mengizinkan sekitar 2.000 biksu dan warga sipil berhimpun di rumah tepi Danau Yangon, tempat Aung San Suu Kyi dipenjara selama 12 tahun.

l AFP | AP | IWANK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: