Junta Myanmar Ancam Biksu Demonstran

Senin, 24 September 2007 | 22:31 WIB

TEMPO Interaktif, Yangon: Lebih dari 100 ribu orang hari ini memadati Yangoon, kota terbesar di Myanmar. Pawai gabungan biksu dan warga sipil itu merupakan unjuk rasa hari ketujuh di negeri itu sekaligus aksi protes menentang junta militer terbesar selama nyaris dua dekade terakhir ini di bekas ibu kota Burma tersebut.

Namun, junta Myanmar memperingatkan akan "mengambil tindakan" terhadap biksu Buddha yang memimpin aksi itu. "Jika para biksu melawan pemerintah dan hukum dalam ajaran Buddha, kami akan mengambil tindakan berdasarkan hukum yang berlaku," kata Menteri Agama Brigadir Jenderal Thura Myint Maung dalam siaran televisi pemerintah.

"Kami berunjuk rasa untuk rakyat," tutur seorang biksu dari Aliansi Seluruh Biksu Birma, sembari mengingatkan pendemo untuk tidak menyerukan slogan-slogan politik. "Silakan berdoa untuk kedamaian dan perdamaian saja," katanya.

| AFP | AP | IWANK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: