|
Presiden Serukan Hamas-Fatah Berdamai
Rabu, 26 September 2007 | 13:40 WIB
TEMPO Interaktif, New York: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan agar faksi Hamas dan Fatah berunding untuk menyelesaikan pertikaian di antara mereka. Ia menegaskan, perpecahan di antara keduanya tidak bisa menjamin perdamaian dan keadilan di Timur Tengah.
"Perdamaian di Timur Tengah sangat penting untuk stabilitas global dalam jangka panjang," kata Yudhoyono dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB hari ini. Ia menambahkan, tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah jika tidak ada keadilan, khususnya bagi rakyat Palestina.
Pertikaian Hamas dan fatah memuncak pertengahan Juli lalu. Hamas menguasai seluruh wilayah Jalur Gaza setelah Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas memeceat Perdana Menteri Ismail Haniyah. Gaza semakin terpisah dari Tepi Barat setelah Israel memblokade daerah itu.
Konflik Hamas dan fatah ini juga tidak menjadi agenda dalam konferensi perdamaian yang diprakarasai Amerika Serikat. Abbas lebih menekankan pada isu negara Palestina merdeka, status Yerusalem, dan pengungsi Palestina.
Ia mengharapkan Inisiatif Arab untuk menyelesaikan konflik Palestina dan Israel juga harus mengubah politik di kawasan itu. Inisiatif perdamaian ini pertama kali dilontarkan dalam KTT Liga Arab di Beirut, Libanon, pada 2002. Israel akan mendapat perdamaian dan hubungan normal dengan negara-negara Arab. Sebagai balasannya, Israel harus mundur dari seluruh wilayah yang dikuasai sejak Perang Enam Hari 1967.
Proposal damaia ini dihidupkan kembali oleh Arab Saudi bersama Uni Emirat Arab, Yordania, dan Mesir.
AFP/Faisal Assegaf
INDEKS BERITA LAINNYA :
|