Advokat Malaysia Demo Pemerintah

Rabu, 26 September 2007 | 21:20 WIB

TEMPO Interaktif, Putrajaya:Sekitar dua ribu pengacara di Malaysia Rabu (26/9) kemarin menggelar aksi unjuk rasa di kota pusat pemerintahan, Putrajaya. Dalam aksinya para pengacara dan sekitar 200 massa dari Partai Aksi Demokrasi dan Keadilan menuntut pemerintah mengusut dugaan konspirasi di dalam penentuan vonis kasus-kasus besar dan promosi hakim.

"Kami menuntut keadilan!" ujar pengunjuk rasa yang berpawai dengan membawa spanduk besar. Di antaranya bertuliskan "Stop Korupsi", "Hentikan Pembusukan", dan "Bersihkan Badan Kehakiman". Massa pun menggelar orasi di depan kantor Kejaksaan Agung, Mahkamah Agung, dan kantor perdana menteri.

Ikatan Advokat Malaysia kemudian memberikan tuntutan mereka kepada komisi kerajaan. Isinya meminta agar panel independen yang ditunjuk pemerintah menyelidiki keaslian klip video yang dirilis bekas deputi perdana menteri Anwar Ibrahim sepekan silam. Klip itu berisi percakapan seorang pengacara dengan Jaksa Agung.

Dalam rekaman berdurasi delapan menit itu sang pengacara senior itu mengatakan bahwa ia telah berjasa mempromosikan Jaksa Agung Ahmad Fairuz. Ia bahkan berencana mempromosikan Fairuz ke posisi yang lebih tinggi lagi dengan bantuan seorang hartawan, politikus senior dan empat hakim ternama.

"Kami ingin panel yang independen dan proses yang transparan," kata Presiden Ikatan Advokasi Malaysia Ambiga Sreenevasan. Karena itu,"Komisi Kerajaan merupakan pilihan yang tepat." Menurut Sreenevasan pihaknya juga menuntut untuk bertemu dengan Perdana Menteri Abdullah Ahmada Badawi.

Abdullah semula menolak membentuk komisi resmi dan malah menyerahkan pengusutan kasus tersebut kepada polisi. Namun Selasa (25/9) kemarin Wakil Perdana Menteri Najib Razak mengumumkan pembentukan panel independen yang terdiri dari dua mantan hakim senior dan seorang aktivis sosial.

| AFP | BBC | NST ANDREE PRIYANTO






Komentar Anda

Kirim