Kaisar Jepang Lantik Pemerintah Baru

Rabu, 26 September 2007 | 22:24 WIB

TEMPO Interaktif, Tokyo:Kaisar Jepang Akihito Rabu (26/9) kemarin melantik Yasuo Fukuda sebagai perdana menteri Jepang yang baru. Ikut dilantik pula anggota kabinet pimpinan Fukuada, yang dipilih parlemen pada Selasa (25/9) lalu sebagai orang nomor satu di pemerintahan.

Politisi berusia 71 tahun itu mempertahankan 13 dari 17 menteri di kabinet Shinzo Abe, pendahulunya yang mengundurkan diri dua pekan lalu. Usai pelantikan Fukuda segera memimpin sidang kabinet pertama. Ia berjanji membuat Jepang lebih stabil lagi.

"Saya menyebut kabinet ini sebagai kabinet yang juga terpojok," katanya dalam sebuah jumpa pers. "Bila kami melakukan satu kesalahan, Partai Demokratik Liberal mungkin kehilangan kendali di pemerintahan," katanya.

Sementara pihak oposisi, yang kini menguasai majelis tinggi di parlemen Jepang, mendesak Fukuda agar segera mengadakan pemilihan umum. Alasannya, Fukuda belum mendapat mandat penuh dari rakyat.

Itu sebabnya, surat kabar Mainichi juga menyerukan agar diadakan pemilu, dan mengatakan kendali yang terbagi di parlemen akan terasa seperti memiliki dua perdana menteri. "Pertarungan yang menentukan harus dilakukan di awal," tulis harian itu.

"Tujuannya untuk menghilangkan dampak merugikan "dua pemerintahan di satu negara'," surat kabar itu menekankan.

Komposisi Kabinet Fukuda

Perdana Menteri:
Yasuo Fukuda

Menteri Sekretaris Kabinet:
Nobutaka Machimura

Menteri Pertahanan:
Shigeru Ishiba

Menteri Luar Negeri:
Masahiko Komura

Menteri Dalam Negeri dan Komunikasi:
Hiroya Masuda

Menteri Kehakiman:
Kunio Hatoyama

Menteri Keuangan:
Fukushiro Nukaga

Menteri Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains dan Teknologi:
Kisaburo Tokai

Menteri Kesehatan, Kesejahteraan dan Tenaga Kerja:
Yoichi Masuzoe

Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan:
Masatoshi Wakabayashi

Menteri Perekonomian, Perdagangan, dan Industri:
Akira Amari

Menteri Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi:
Tetsuzo Fuyushiba

Menteri Lingkungan Hidup:
Ichiro Kamoshita

| AFP | BBC | JAPANTIMES | ANDREE PRIYANTO






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: