|
Namanya Birma, Bukan Myanmar
Jum'at, 28 September 2007 | 13:56 WIB
TEMPO Interaktif, Washington: Gedung Putih hari ini menyatakan akan tetap menyebut negara itu Birma, ketimbang Myanmar, sebagai dukungan bagi para aktivis prodemokrasi di sana.
Tony Fratto, juru bicara Gedung Putih, mengatakan Washington menolak memakai nama yang diberikan junta militer bagi negeri itu sebagai sebuah "kesengajaan" karena, "Kami memilih tak memakai bahasa sebuah rezim diktator yang menekan rakyatnya."
"Kami punya kebebasan berbicara di sini, mungkin mereka tidak," kata Fratto.
Komentarnya segaris dengan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan Badan Intelijen Pusat (CIA). Keduanya menyebut bahwa junta militer mengubah nama Birma menjadi Myanmar pada 1989, tapi perubahan itu tak pernah disetujui badan legislatif negeri itu. Badan legislatif Birma praktis mati karena dilarang bersidang oleh junta militer yang dipimpin Jenderal Than Shwe, Ketua Dewan Perdamaian dan Pembangunan Negara sekaligus kepala negara tersebut.
"Parlemen yang telah terpilih secara demokratis pada 1990 tapi tak pernah bersidang itu tak mengakui perubahan nama tersebut, dan oposisi demokratis terus menggunakan nama Birma. Demi dukungan konsisten bagi para pemimpin yang terpilih secara demokratis, pemerintah Amerika Serikat juga memakai nama Birma," kata situs Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.
Menurut CIA World Fact Book, nama Myanmar diambil dari nama lokal bahasa Birma: Pyidaungzu Myanma Naingngandaw, yang artinya Kesatuan Myanmar.
| AFP | IWANK
INDEKS BERITA LAINNYA :
|