Burma Didesak Keluar Asean
Rabu, 03 Oktober 2007 | 21:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Luar Negeri Kabinet Bayangan Hajriyanto Y. Thohari mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap junta militer Burma. "Burma harus didesak mundur dari ASEAN," katanya di Gedung DPR, Rabu (03/10).
Politisi asal Partai Golkar ini menilai junta telah melanggar hak asasi warganya dengan bertindak represif. "Apa yang dilakukan junta militer sama dengan yang dilakukan Israel terhadap Palestina," katanya.
Karena itu dia mendesak pemerintah Indonesia guna meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa mengirimkan tim investigasi mengusut pelanggaran hak asasi di Burma. "Pemerintah jangan menganggap ini masalah dalam negeri Burma," katanya.
Sementara Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda justru mendesak agar dunia internasional memberi kesempatan kepada junta militer Burma untuk "belajar" berbagi kekuasaan dengan pemerintah sipil guna menciptakan iklim transisi yang demokratis.
"Kita musti lebih sensitif," kata Wirajuda di sela-sela menghadiri pertemuan Chicago Council on Global Affair kepada kantor berita AFP. "Inilah jawaban atas ketidaknyamanan rejim militer dan apa yang akan terjadi pada mereka (junta) bila Burma demokratis."
Saran Wirajuda itu datang disaat Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa Ibrahim Gambari tengah membuat laporan hasil pertemuan dia dengan pemimpin junta Jenderal Besar Tan Shwe dan tokoh pro demokrasi Burma Aung San Suu Kyi, Selasa (2/10).
"Dengan kata lain sebaiknya kita (dunia internasional) tidak menuntut transfer kekuasaan dari militer ke sipil sesegera mungkin," tutur Wirajuda. "Sebaiknya dunia melakukan pendekatan yang berimbang."
| AFP | DWI R. AGUSTIAR | DRE





