Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Al Gore Kandidat Nobel
Senin, 08 Oktober 2007 | 21:07 WIB

TEMPO Interaktif, Oslo:Nama juru kampanye lingkungan hidup Al Gore disebut-sebut bakal jadi calon penerima Hadiah Nobel Perdamaian pada Jumat (12/10)besok di Oslo, Norwegia. Gore difavoritkan lantaran melakukan upaya menyelamatkan bumi ini dari peperangan dan konflik.

Gore, mantan wakil presiden Amerika Serikat yang gagal jadi kandidat calon presiden di negerinya itu, menjelma bak "Goracle" yang bintangnya bersinar selepas meraih piala Oscar untuk film dokumenternya "An Inconvenient Truth".

Film itu mengisahkan betapa berbahayanya dampak dari perubahan iklim dunia. Banjir di Asia Selatan, amukan badai topan di kawasan Asia-Pasifik, kebakaran hutan di Eropa, beberapa contoh di antara dampak perubahan iklim itu.

Bersama Gore ada , peneliti pada Canadian Inuit yang rajin mengkampanyekan akibat perubahan iklim global terhadap warga Arktik atau Kutub Utara. Kedua nama itu pun disokong Institut Riset Perdamaian Internasional di Oslo.

"Sepertinya mereka berdua yang akan memenangkan Hadiah Nobel (Perdamaian) tahun ini," tutur Stein Toennesson, direktur Institut Riset Perdamaian Internasional Oslo itu. Apabila benar dugaan Toennesson, maka keduanya akan mendapat hadiah US$ 1,5 juta.

"Ada sebuah prasyarat khusus untuk memenangkan hadiah nobel," tutur Boerge Brende, mantan menteri lingkungan hidup Norwegia yang memfavoritkan Gore dan Watt-Cloutier. "Membuat sesuatu terobosan yang unik dan Gore menciptakan sesuatu yang unik itu."

Komisi Hadiah Nobel kemarin mencatat ada total 181 orang dan organisasi yang masuk ke dalam nominasi. Calon lain yang juga digadang-gadang adalah mediator perdamaian asal Finlandia Martti Ahtisaari, aktivis Rusia Lida Yusupobva, aktivis Cina Rebiya Kadeer, biksu Vietnam Quang Do dan Sail Training International.

| AP | AFP | AAP | IST | ANDREE PRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Namanya Birma, Bukan Myanmar
FBI Selidiki Situs Antikulit Hitam
Fukuda Menuju Kursi Perdana Menteri Jepang
Dikira Bawa Bom, Mahasiswi Ditangkap
Penembakan Lagi di Kampus Amerika
Irak Kaji Ulang Pengawal Asing
Pedofil Asal Amerika Divonis 10 Tahun
Pentagon Ragu Menang di Irak
Alan Greenspan: Masalah Irak Adalah Minyak
Badai Humberto Hantam Texas
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk109264 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa

<< October,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data