Taiwan Pamer Rudal Baru Saat Parade Hari Nasional

Rabu, 10 Oktober 2007 | 13:19 WIB

TEMPO Interaktif, Taipei: Taiwan hari ini pamerkan senjata terbaru, dua rudal yang dikembangkan sendiri yang tampaknya mengingatkan Cina mereka punya senjata andalan buat membela diri.

Dalam pidato Hari Nasional yang disiarkan televisi, Presiden Chen Shui-bian bilang Cina punya militer yang berkembang menjadi ancaman perdamaian dunia, dan mendesak Beijing menarik hampir 1000 rudal balistik dan misil penjelajah yang mengarah negeri kepulauan itu.

Dia juga berkukuh Taiwan bakal melanjutkan tekanan satu referendum bergabung ke Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan nama sendiri.

Parade militer --yang pertama dalam 16 tahun terakhir-- digelar diantara naiknya ketegangan antara Cina dan Taiwan yang bersengketa mulai 1949 setelah Perang Saudara.

Senjata yang paling menarik perhatian dalam parade itu adalah supersonik Hsiung-feng 3, rudal kapal ke kapal dan anti sistem rudal berjuluk Tien Kung 3.

Tapi misil penjelajah pertama mereka, Hsiung-feng 2E --yang daya jangkaunya mencapai Cina daratan-- sengaja tak diarak seiring laporan tekanan dari sekutu utama Taipei, yakni Washington. Konon Taipei berniat menggelar 500 misil Hsiung-feng 2E sebagai tandingan kekuatan di Selat Taiwan yang lebarnya 150 km dari lepas pantai Cina.

Spesifikasinya belum diketahui, tapi para analis bilang jangkauannya paling tidak 600 kilomter dan dapat diluncurkan dari darat maupun laut.

Menteri Pertahanan Lee mengatakan pekan lalu pamer militer tersebut adalah dimaksudkan sebagai "sejenis deteren efektif sehingga komunis Cina bakal berfikir hati-hati terhadap Taiwan". AFP/dwi arjanto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: