Dato’ Zaidon Asmuni: “RELA Tidak Ganas”

Rabu, 10 Oktober 2007 | 14:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pasukan RELA adalah sejenis pertahanan sipil di Indonesia. Organisasi bernama lengkap Ikatan Relawan Rakyat Malaysia ini sudah ada sejak 1950-an. Menjadi lembaga resmi di bawah Kementerian Dalam Negeri pada 11 Januari 1972.

RELA antara lain berperan sebagai mata dan telinga pemerintah terhadap kegiatan yang mengancam keselamatan dan kesejahteraan negara.RELA juga berperan sebagai benteng keselatan dan kesejahteraan kawasan masing-masing dan membantu bila terjadi bencana alam.

Syarat menjadi anggota RELA tidaklah sulit. Lelaki atau perempuan warga Malaysia, usia 18-55 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta tidak memiliki catatan kejahatan.

RELA kembali menjadi sorotan di tanah air. Setelah kasus pemerkosaan terhadap tenaga kerja perempuan Indonesia, RELA terlibat dalam penangkapan Muslianah, istri Atase Pendidikan Indonesia di Malaysia.

Menanggapi pelbagai berita buruk yang menyangkut soal anak buahnya, Kepala Pengarah RELA Dato’ Zaidon Asmuni memberikan penjelasan saat dihubungi Faisal Assegaf dari Tempo melalui telepon selulernya hari ini:

Apa komentar Anda soal tudingan miring terhadap RELA?
Dua pekan lalu saya dihubungi dari Indonesia katanya ada anggota RELA yang memperkosa wanita Indonesia. Saya terperanjat, setelah saya cek berita itu tidak benar. Tahun ini hanya ada satu kasus pemerkosaan yang dilakukan anggota RELA terhadap tenaga kerja Indonesia. Kejadiannya bulan Maret. Pelakunya sempat ditahan namun dibebaskan karena tidak cukup bukti.

Kalau soal penangkapan istri diplomat Indonesia?
Itu hanya salah paham. Polisi dan RELA sama sekali tidak pernah melihat kartu anggota diplomatik yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Malaysia. Makanya kami tetap meminta paspor asli. Kalau kartu izin belajar kami sudah sering melihat. Ia kami bebaskan setelah anaknya membawa paspor asli. Kami sama seklai tidak berbuat kasar. Dalam operasi itu, kami menahan satu PATI (Pendatang Tanpa Izin) dari Indonesia bernama Muslimah, usia 40-an tahun, karena tidak memiliki dokumen resmi.

Sejauh ini apa saja pelanggaran yang dilakukan anggota RELA?
Saya tidak menafikan memang ada anggota kami yang melakukan pelanggaran. Itu sudah kami ambil tindakan. Tipa kali akan beroperasi kami selalu mengingatkan agar tidak yang yang sembarangan memukul, atau merampas barang PATI. Tak perlulah Indonesia berteriak bubarkan RELA. RELA sudah ada sejak 1950-an membantu menumpas gerakan komunis.

Sampai kapan RELA terus beroperasi?
Kami akan terus beroperasi menangkapi PATI. Tapi kami tidak pernah mencari sasaran orang Indonesia. Memang banyak PATI yang ditangkap berasal dari Indonesia lantaran pekerja Indonesia di Malaysia yang terbesar jumlahnya. Sebagai perbandingan, kalau ada 100 PATI, 80 di antaranya dari Indonesia.

Hingga kini sudah berapa PATI yang ditangkap?
Sejak Januari 2007 kami memangkap 28 ribu PATI, 60 persen di antaranya dari Indonesia. Mereka sudah dipulangkan ke negara asal. Kini masih 1.000 orang yang menunggu proses deportasi.

Berapa jumlah anggota RELA sekarang?
Jumlahnya sekitar 500 ribu, 2 ribu di antaranya dibekali senapan berburu tapi tidak untuk dibawa saat operasi mencari PATI. RELA paling banyak di Serawak (70 ribu), Sabah (40 ribu), dan Selangor (30 ribu). Konsentrasi ini berdasarkan luas wilayah dan bukan banyaknya tenaga kerja.

Apa saja perlengkapan yang dibawa anggota RELA selama operasi?
Jika ada 100 orang dalam satu regu, separuhnya membawa tongkat dan 2-3 orang membawa senjata api. Tapi ini untuk menjaga diri. RELA tidak ganas. Hampir tiga tahun operasi pencarian PATI, belum pernah kami menggunakan senjata api.

Kapan saja RELA beroperasi?
Minimal empat kali sebulan, biasanya pada hari Ahad karena banyak anggota RELA yang libur kerja. Sekitar 90 persen anggota RELA mempunyai pekerjaan tetap, di antaranya dokter dan pengacara. Kadang kita juga beroperasi di luar jadwal, tergantung keperluan. Kami biasa bergerak mulai pukul 10 malam sampai pagi.

Berapa anggota RELA yang diterjunkan selama operasi?
Tergantung kebutuhan. Kalau di suatu tempat ada 100 PATI, kami menerjunkan 200 anggota RELA. Tugas kami hanya mengepung. Biasanya yang memeriksa dokumen adalah petugas imigrasi. Selama operasi, harus ada petugas imigrasi yang mendampingi. Tapi kalau tidak ada kami bisa jalan sendiri baik dengan polisi atau tidak karena kami sudah dibekali pengetahun soal dokumen resmi warga asing.

Berapa upah yang diterima RELA?
Kami tidak ada gaji bulanan. Kerajaan membayar tiap anggota rela 4 ringgit per jam. Sekali operasi memakan waktu delapan jam. Ini untuk mengganti ongkos makan dan minum yang dikeluarkan anggota. Bahkan ada juga anggota RELA yang beroperasi dengan mobil sendiri. Karena sifatnya sukarela, anggota RELA pun tidak bisa dipaksa ikut operasi kalau tidak punya waktu.

Apa saja latihan yang diberikan terhadap calon anggota RELA?
Mereka dilatih selama sepuluh hari di sejumlah pemusatan latihan. Meliputi latihan kedisiplinan militer ala tentara, bela diri, dan menembak.






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: