Serangan Bajak Laut Meningkat
Rabu, 17 Oktober 2007 | 08:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Serangan bajak laut di seluruh dunia mencapai 14 persen dan sembilan bulan pertama tahun ini. dengan jumlah kasus terbesar di wilayah Somalia dan Nigeria. “Sementara wilayah Selat Malaka cenderung lebih aman dari serangan bajak laut,” tulis Biro Maritim Internasional (IMB) dalam laporannya.
Biro Maritim Internasional yang memiliki kantor utama di London tersebut menyebutkan terdapat 198 serangan di seluruh dunia antara Januari-September tahun ini, dari kantor cabangnya di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari jumlah tersebut 15 kapal di bajak, 63 awak kapal disandera dan tiga diantaranya terbunuh. Sedangkan pada tahun sebelumnya hanya terdapat 174 serangan dalam periode yang sama.
Sepanjang Juli hingga September terdapat 72 seangan, meningkat 47 angka dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang menandakan adanya peningkatan serangan bajak laut. “Bila kondisi ini berlanjut, penurunan serangan bajak laut sejak tahun 2004 akan terhenti,” ujar biro tersebut dalam laporannya.
Indonesia, kata Biro tersebut, merupakan tempat pembajakan paling sering di seluruh dunia. Indonesia mendapat 37 serangan bajak laut dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Sementara tahun lalu, 40 serangan bajak laut terdapat di Indonesia pada periode yang sama.
Penyerangan meningkat tajam di Somalia yang mencapai 26 kasus. Badan PBB cabang Somalia melawan upaya pengendalian negara semenjak negara tersebut menerima tentara Ethiphia yang membentuk aliansi kekuatan Islam.
Nigeria mendapat 26 Serangan bajak laut tahun ini meningkat sembilan angka dari periode sebelumnya. Direktur Biro Maritim Internasional, Pottengal Mukundan meminta kapal agar menjauh dari pantai-pantai Somalia dan Nigeria yang dianggap berbahaya dengan kasus kekerasan dan penyenderaan yang besar.
“Tingkat kekerasan yang tinggi ini tidak dapat diterima. Bajak laut Somalia beroperasi dengan menahan kapal-kapal dalam jarak ratusan mil dari pantai, menahan kapal, dan merampok dan tidak menyembunyikan aktivitas pembajakan mereka,” kata Mukundan.
Empat serangan dilaporkan terjadi di Selat Malaka. Jumlah tersebut menurun dari delapan kasus di tahun sebelumnya.
amandra mustika megarani/bbc/AP





