Presiden Prancis Berpisah Dari Istrinya
Kamis, 18 Oktober 2007 | 21:42 WIB
TEMPO Interaktif, Paris:
Kantor Kepresidenan Prancis mengumumkan Presiden Nicolas Sarkozy dan istrinya Cecilia memutuskan berpisah setelah 11 tahun menikah, Kamis (18/10).
Pengumuman tersebut mengakhiri minggu-minggu terakhir spekulasi terhadap pernikahan mereka pada lima bulan kepemimpinannya.
Pernyataan tiga baris dengan 15 kata tersebut tidak menyebutkan kata 'cerai' dan keduanya tidak akan berkomentar terhadap perpisahan tersebut. Sarkozy saat ini sedang berada di Portugal mengadiri pertemuan negara-negara Uni Eropa.
Sarkozy sempat berpisah selama beberapa bulan di tahun 2005, keduanya kembali bersama menjelang kampanye presiden. Meskipun demikian, Cecilia jarang menampilkan dirinya ke publik bersama suaminya .
Rabu (17/10), majalah mingguan Le Noubel Observateur memberitakan dalam jaringan online-nya bahwa Sarkozy (52) dan isterinya (49) bertemu dengan hakim dan mengatakan mereka menginginkan perpisahan secara legal di hari Senin (15/10). Berita tersebut tidak menyebutkan sumber.
Siaran televisi LCI memberikan versi berbeda, dengan menyatakan Cecilia Sarkozy bertemu dengan hakim di hari Senin. Hakim tersebut kemudian mengunjungi istana presiden untuk memberikan dokumen untuk ditandatangani Sarkozy.
Kabar burung seputar perpisahan orang nomer satu Perancis tersebut menjadi perdebatan. Mereka saling bersilang pendapat mengenai apakah konstitusi mengizinkan mereka bercerai.
Harian Liberation mencetak argumen dua orang ahli dalam halaman opini pembaca yang memperdebatkan pasal 67 dari konstitusi pada hari rabu (17/10). Pasal tersebut memberikan perlindungan terhadap presiden dari siapapun, termasuk istri, untuk melakukan aksi legal atas kepala negara. Tapi perpisahan tanpa perceraian juga akan dipersulit karena perlindungan legal tersebut melarang presiden masuk ke area pengadilan.
Sebelumnya, Sarkozy dan Cecilia sudah pernah menikah. Mereka memiliki tiga orang anak, dua anak dari pernikahan sebelumnya, dan seorang putra bernama Louis. Amandra Mustika Megarani/CNN




Komentar Anda :