Cina Larang Ekspor Produk Mainan

Kamis, 01 November 2007 | 17:54 WIB

TEMPO Interaktif, Beijing: BEIJING – Pemerintah Cina melarang sementara ekspor produk mainan karena sedang giat merazia para produsen. Lebih dari 700 pabrik mainan di selatan Cina terancam kerugian besar atas kebijakan itu.

Evaluasi selama empat bulan ini diambil lantaran banyak protes dari negara-negara lain karena produk mainan Negeri Tirai Bambu itu membahayakan. Pemerintah Provinsi Guangdong kemarin mengungkapkan pihaknya sudah menurunkan sekitar dua ribu petugas untuk memeriksa 1.726 pabrik mainan. Hampir 85 persen dari seluruh pabrik yang ada di daerah itu.

Dari jumlah itu, 1.454 pabrik dinyatakan bersalah dan 764 di antaranya izin ekspornya dicabut. Sebanyak 690 pabrik mainan lainnya diminta segera memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk mereka. “Kampanye ini telah menemukan produk mainan yang tidak berkualitas dalam jumlah besar,” kata Lai Tiansheng, direktur pengawasan kualitas Provinsi Guangdong.

Meski begitu, Lai menegaskan, hanya satu persen dari total produk ekspor mainan dari Guangdong yang tidak memenuhi standar keamanan. Persentase ini sering dinyatakan para pejbata Cina sejak produk buatan Cina dikecam tahun ini. “Lebih dari 99 persen produk Guangdong berkualitas,” ujarnya.

Namun sejak awal tahun ini mendapat masalah setelah Mattel Inc. dari Amerika Serikat menarik lebih dari 21 mainan Cina di seluruh dunia lantaran kadar timah dan magnetnya terlalu tinggi. Rabu lalu penarikan juga dilakukan terhadap 440 ribu produk lainnya.

Guangdong memang dikenal sebagai basis pabrik mainan di Cina. Nilai ekspornya pada 2005 US$ 11,9 miliar atau sekitar Rp 10,71 triliun. Sektor ini menyerap sekitar 1,5 juta pekerja. Pemerintah menyatakan bakal mensponsori pelatihan kontrol kualitas bagi 1.000 orang.

AFP/AP/Faisal Assegaf






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: