Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Bus Militer Diserang Bom
Kamis, 01 November 2007 | 21:47 WIB

TEMPO Interaktif, Sarghoda:Sedikitnya delapan orang tewas dan selusinan lainnya luka-luka dalam sebuah serangan bom bunuh diri kemarin di Sarghoda, Pakistan, kemarin. Pelaku menabrakkan motornya yang sarat bahan peledak itu ke sebuah bus milik Angkatan Udara Pakistan.

"Bus itu mengangkut perwira pelatih penerbang," kata juru bicara Departemen Dalam Negeri Pakistan Brigadir Jenderal Javed Cheema. Kata dia dalam serangan di distrik utama Provinsi Punjab itu ikut lebih 40 orang luka-luka termasuk sejumlah bocah.

Juru Bicara Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Mayor Jenderal Wahid Arshad kepada AFP mengatakan kedelapan perwira yang tewas itu adalah perwira pemimpin skuadron, dua awak pesawat, dan lima perwira pelatih.

"Jelas ini serangan teroris," tutur Jenderal Arshad. Maklum di wilayah inilah markas besar Angkatan Udara Pakistan bernaung. Di sisi lain menurut dia, para serdadunya berhasil menumpas para milisi di wilayah barat laut Pakistan.

Arshad memastikan ada sekitar 70 milisi yang tewas dalam serangan di wilayah perbatasan antara Pakistan dengan Afganistan itu. "Begitu laporan yang kami terima dari polisi," katanya. Pekan lalu Pakistan menerjunkan 2.500 serdadunya ke sekitar perbatasan.

Sehari setelah pasukan disebar, konvoi serdadu paramiliter disergap bom bunuh diri yang menewaskan 30 jiwa. Sejak itu serangan bunuh diri kian gencar. Terbaru adalah serangan ke bus milik Angkatan Udara di Sarghoda itu.

Presiden Pakistan Pervez Musharraf juga tak luput dari incaran bom bunuh diri. Dua hari sebelumnya markas militer Pakistan, di Rawalpindi, yang berisi markas angkatan darat, dan kantor Presiden Musharraf, diterjang bom bunuh diri.

Terlebih kini Jenderal Musharraf, yang berkuasa selama sembilan tahun itu, tengah menanti keputusan sidang Mahkamah Agung seputar sah tidaknya Sang Jenderal untuk menduduki kursi kepresidenan pascapemilihan pada 6 Oktober lalu.

Mahkamah Agung kemarin menyatakan belum bisa mengambil keputusan pada akhir pekan ini. "Pembahasan secara hukum molor di luar perkiraan kami," kata Hakim Agung Javed Ikbal. Dia memperkirakan keputusan baru akan keluar pada 14 November.

| AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bom Bunuh Diri Pakistan, 8 Tewas
Ketua Tim Investigasi Kasus Bhutto Mundur
Dua Ribu Tentara Pakistan Buru Militan pro-Taliban
Bhutto Diancam Dibunuh
Rencana Pakistan Meniadakan Pawai Massa Dikritik
India Kutuk Pengeboman Saat Konvoi Bhutto
Musharraf-Bhutto Sepakat Berbagi Kekuasaan
Pengumuman Hasil Pemilu Pakistan Bakal Ditunda
Oposisi Pakistan Mundur dari Parlemen
Musharraf Maju Calonkan Diri Lagi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk110605 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Tuntutan Artalyta Dibacakan Hari Ini
Gempa 5,4 Scala Richter Goyang Maluku
Kualitas Pemain Lokal Meningkat
Jakarta Berawan
Hari Ini Warga NTB Pilih Gubernur-Wakil Gubernur

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data