Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Indonesia Bantu Atasi Krisis Listrik Dili
Senin, 05 November 2007 | 21:16 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Sebanyak 19 tenaga profesional di bidang teknik kelistrikan asal Indonesia akan membantu mengatasi krisis listrik di Timor Leste. Mereka tiba di Dili hari ini dengan menumpang pesawat Hercules.

Indonesia juga membantu menghidupkan lima generator negeri tetangga terdekatnya itu secara cuma-cuma, lantaran generator listrik Perusahaan Listrik Negara Timor Leste mengalami kerusakan. Alhasil, Dili padam total.

"Mereka (para teknisi Indonesia itu) dibayar oleh negaranya, kami hanya menanggung akomodasi," ujar Sekretaris Negara Kelistrikan Januario Pereira. Menurut dia, bantuan itu datang setelah kedua pemimpin Timor Leste menelepon pemerintah Indonesia.

"Perdana Menteri Xanana Gusmao dan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta menghubungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat telepon seluler," ujar Pereira. Alhasil, diutuslah para teknisi itu sembari membawa tiga generator 225 kW dan dua 50 kW.

Pereira mengatakan kelima generator listrik itu dipakai untuk membantu menghidupkan listrik di lima institusi penting, yakni kantor-kantor pemerintah dan gedung parlemen. Para ahli dari Indonesia itu juga diminta memberikan pelatihan khusus kepada para teknisi listrik PLN Timor Leste.

Krisis listrik di sana sudah dimulai sejak Agustus lalu dan terancam mati total selama dua bulan mendatang setelah tiga generator PLN rusak.

Xanana menuding Tafui Oil, perusahaan lokal pemasok minyak, telah mencampur air ke dalam minyak yang dikirim ke PLN, sehingga mesin PLN rusak total.

| JOSE SARITO AMARAL (DILI)

Dari Arsip Majalah TEMPO
Neraca atau Manajemen Bobrok | 07 Maret 2005
Mau Naik Terang-Benderang | 28 Pebruari 2005
Dilema SBY | 28 Pebruari 2005
Skenario yang Berubah | 21 Pebruari 2005
Cabut Subsidi Demi Rakyat Miskin | 14 Pebruari 2005
Memilih Djoko, Menerima Ryamizard | 14 Pebruari 2005
Ekonomi Setelah 100 Hari | 14 Pebruari 2005
Surat Pembaca | 07 Maret 2005
Perlu Undang-Undang Kementerian Negara | 07 Pebruari 2005
Bayangan Atas Nama | 07 Pebruari 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Alkatiri dan Xanana Bertengkar Soal Lampu Mati
Masyarakat Berduyun-duyun Bersalaman dengan Presiden
Mobil Tentara Australia Meledak di Dili
Militan Fretilin Bersenjata Lari ke Hutan
PBB Harapkan Terobosan di Bali
Xanana Akan Beri Keterangan Tertutup kepada Komisi Kebenaran
Horta Minta KKP Abaikan Suara PBB
Reinado Tolak Diadili Hakim Portugal
Pemerintah Desak Alkatiri Kosongkan Rumah Dinas
Alkatiri Tampik Bantuan Asing
> selengkapnya...

Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk110832 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Menteri Pertanian Optimistis Indonesia Ekspor Beras Tahun Depan
Solar Langka di Tegal
Kemarau Tiba, Petani Cilacap Kekurangan Air
Tarif Hotel Akan Naik 20 Persen
Tersangka Pengelapan Pajak Bisa Bertambah

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data