Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Dili Minta Jakarta Ungkap Korban Santa Cruz
Senin, 12 November 2007 | 13:36 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Ribuan warga Timor Leste hari ini memperingati tragedi 12 November 1991, ketika tentara Indonesia menembak kerumunan pemuda di kawasan pekuburan Santa Cruz, Dili. Sekitar 200 orang tewas kala itu, tapi sebagian besar korban sampai sekarang belum ditemukan kuburannya.

Komisi Tragedi 12 November mengeluarkan sebuah petisi yang ditujukan kepada Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan para pelaku pembunuhan. Petisi itu diserahkan melalui Kedutaan Besar Indonesia di Dili.

Tragedi itu bermula ketika ribuan kaum muda Timor Leste menabur bunga di Santa Cruz atas kematian Sebastiao da Silva, yang terkena tembakan tentara Indonesia. Tapi, perkabungan itu disambut dengan rentetan dari tentara Indonesia. Ratusan orang tewas dan dibuang entah ke mana.

Ketua komisi itu, Gregorio Saldanha, mengatakan mereka meminta Indonesia, terutama para pelaku pembunuhan, secara ikhlas menunjukkan mayat-mayat korban yang dibuang waktu itu. Sejauh ini, katanya, baru 65 mayat korban yang telah ditemukan.

Saldanha menjamin hal ini tidak akan mempengaruhi hubungan baik antara Indonesia dan Timor Leste. Malahan, "Ini akan lebih memperkokoh hubungan kedua negara di masa mendatang," ujarnya.

Para saksi dan keluarga korban hanya meminta tanggung jawab moral Indonesia, terutama para pelaku, untuk menunjukkan kuburan para korban. "Sesuai budaya Timor Leste, setiap manusia harus punya kuburan, termasuk para korban 12 November, karena mereka bukan seekor binatang yang dibuang mayatnya begitu saja," kata Saldanha.

Peringatan tragedi itu kali ini diawali dengan prosesi dari Gereja Motael menuju Santa Cruz. Sejumlah pemimpin negeri itu hadir dalam peringatan tersebut, seperti Perdana Menteri Xanana Gusmao, Ketua Parlemen Fernando Lasama de Araujo, dan sejumlah diplomat dari berbagai negara. Presiden Jose Ramos Horta tidak hadir dalam acara tabur bunga di Santa Cruz.

Wakil Perdana Menteri Jose Luis Guterres mengatakan pemerintah akan berusaha bekerja sama dengan Presiden Yudhoyono untuk melakukan pendekatan terhadap para pelaku dan saksi tragedi itu untuk menunjukkan kuburan para korban, termasuk korban pembunuhan lainnya sesudah peristiwa itu. Dia yakin tuntutan tersebut akan ditanggapi secara positif oleh Indonesia dan tidak mempengaruhi hubungan baik antarkedua negara.

JOSE SARITO AMARAL (DILI)

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kay Rala Xanana Gusmao: "Saya Menaruh Harapan pada Amien Rais" | 10 November 1998
Yang Tewas di Ujung Bedil  | 01 Pebruari 1999
Lintas Internasional  | 24 November 2003
Rasanya sudah mentok | 21 Desember 1991
Penelitian dari makam ke makam | 21 Desember 1991
KPN | 14 Desember 1991
Menunda hak asasi | 14 Desember 1991
Perjalanan seorang pemuda | 14 Desember 1991
Ada yang tak percaya saya | 14 Desember 1991
Tanggung jawab saya | 14 Desember 1991
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Teknisi Listrik Indonesia Selesai Bantu Timor Leste
Indonesia Bantu Atasi Krisis Listrik Dili
Alkatiri dan Xanana Bertengkar Soal Lampu Mati
Mobil Tentara Australia Meledak di Dili
Militan Fretilin Bersenjata Lari ke Hutan
Xanana Akan Beri Keterangan Tertutup kepada Komisi Kebenaran
Horta Minta KKP Abaikan Suara PBB
Reinado Tolak Diadili Hakim Portugal
Pemerintah Desak Alkatiri Kosongkan Rumah Dinas
Alkatiri Tampik Bantuan Asing
> selengkapnya...

Referensi

Keppres Pengadilan HAM Ad Hoc
Kepres nomor 53Tahun 2001 Tentang Pembentukan Pengadilan Hak Asasi Manusia Ad Hoc pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Website

U.S. Department of State
United Nations (PBB)
Departemen Luar Negeri

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk111363 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Todung Dipersilahkan Banding
NTB Butuh 350 MW Lebih Daya Listrik
Polisi Diminta Usut Perusakan Angkutan Pelat Hitam
Kartu BLT Mulai Dibagikan
Menteri Pertanian Optimistis Indonesia Ekspor Beras Tahun Depan

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data