|
Tuntutan Pembubaran Parlemen Irak
Selasa, 13 November 2007 | 19:11 WIB
TEMPO Interaktif, Bagdad: Seorang anggota parlemen dari blok ulama radikal Irak, Moqtada al-Sadr hari ini mendesak pembubaran parlemen dan digelarnya pemilu legislatif segera.
"Jika parlemen berlanjut dengan kerja seperti sekarang, bakal mencederai demokrasi. Saya ingin Presiden (Jalal) Talabani membubarkan palremen dan menggelar pemilu," kata Baha al-Aaraji, juru bicara untuk 32 anggota blok Sadr, kepada wartawan di Bagdad.
Dengan menekankan bahwa hal itu pandangan pribadi, Aaraji mengatakan parlemen sudah "tidak mewakili aspirasi rakyat Irak lagi". "Parlemen ini adalah sumber kecemasan rakyat. Perbedaan-perbedaan sektarian menimbulkan luka diantara anggota dan berdampak kepada masyarakat," katanya.
Aaraji lalu mencotohkan perbedaan mencolok menyebabkan terbengkelainya proses legislasi-legislasi strategis seperti rancangan undang-undang soal minyak dan hukum soal Baathification (proses asimilasi kalangan pengikut Partai Baath). "RUU Minyak misalnya dinilai negatif, tapi sebenarnya 70 persen bertujuan untuk kesejahteraan rakyat. Sejumlah kelompok mengambil keputusan menentang RUU itu. Tak ada diskusi soal tersebut," katanya.
AFP/dwi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|