Kelompok Antikudeta Thailand Tuntut Sonthi Mundur
Selasa, 13 November 2007 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Bangkok: Kelompok penentang kudeta Thailand, yang tergabung dalam Merpati Putih (Phirab Khao) 2006, hari ini menuntut Wakil Perdana Menteri Jenderal Sonthi Boonyaratkalin mundur.
Sebagai pemimpin kudeta militer tak berdarah pada September tahun lalu, kata mereka, Sonthi tak boleh menjadi pengawas pemilihan umum pada 23 Desember nanti. Hal ini, kata mereka, akan memberi citra negatif bagi negeri itu.
Sebagai wakil perdana menteri, Sonthi memang ditugaskan untuk memantau pelaksanaan pemilihan umum agar berjalan bebas dan adil. Ini pemilihan pertama sejak kudeta yang menggulingkan pemerintahan perdana menteri Thaksin Shinawatra.
Sonthi, kata kelompok itu, juga harus mundur karena telah menikah dua kali. Poligami dianggap ilegal di sana dan pelakunya dapat dipenjara. Kelompok itu mengancam akan mempublikasikan surat pernikahan resmi Sonthi dengan istri keduanya dalam waktu sepekan dan mengirimkannya ke Komisi Antikorupsi Nasional (NCCC).
Sonthi adalah jenderal muslim pertama yang pernah berkuasa di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Buddha itu. Dia menikah dengan istri pertamanya, Sukanya, ketika masih berpangkat letnan dan menikahi istri kedua, Piyada, ketika berpangkat kapten. Dia kini hidup bersama keduanya.
BANGKOK POST | IWANK
Topik :





