Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Kerikil dalam Dialog Xanana Gusmao dan Tentara Petisi
Jum'at, 16 November 2007 | 03:30 WIB

TEMPO Interaktif, Dili: Dialog antara Perdana Menteri Xanana Gusmao dan kelompok tentara petisi Timor Leste, pimpinan Salsinha Gastao kemarin di sub Distrik Aileu, 250 kilometer dari kota Dili gagal. Pasalnya 501 anggota tentara petisi absen.

Semula, dialog yang digelar hingga hari ini buat mencari solusi penyelesaian mereka sebagai agenda penting pemerintah. Tapi Xanana cuma bertemu 15 tentara diantaranya mantan Mayor Tara.

Tentara petisi pimpinan Salsinha Gastao adalah pecahan tentara Timor Leste yang mengajukan petisi tahun 2005 yang berujung krisis politik dan militer tahun lalu.

Pimpinan tentara petisi, Salsinha Gastao mengatakan mereka tidak menghadiri dialog tersebut
karena, mantan Mayor Tara bukan seorang tentara petisi. Mayor Tara bersama 15 pengikutnya keluar dari Markas setelah terjadinya krisis politik dan militer.

“Kalau Mayor Tara mengatasnamakan tentara petisi, saya sangat tidak setuju, karena dia bukan tentara petisi, tapi hanya ikut-ikutan keluar dari Markas Institusi tentara Timor Leste,”kata Gastao.

Ditambahkan Gastao, “Mantan Mayor Tara sudah terlibat dalam partai politik, sehingga tidak pantas lagi membicarakan soal masalah tentara petisi. Kini dia (Tara) masuk Partai Sosial
Demokrat (PSD) pimpinan Mario Viegas Carrascalao”.

Di sisi lain, Mayor Tara mengaku bahwa dialog antara Perdana Menteri dan tentara petisi gagal karena kurang komunikasi. Dia juga mengaku dirinya sekarang bukan lagi seorang tentara melainkan menjadi politikus.

Namun, tetap memberikan dukungan kepada tentara petisi dan pemerintah Xanana Gusmao untuk menyelsaikan masalah ini secara tuntas. “Karena
masalah tentara petisi adalah masalah kita semua. Semua warga Timor Leste harus memberikan kontribusinya kepada negara dalam penyelesaian masalah petisioner termasuk masalah Reinado,”ujar Tara.

Jose Sarito Amaral (Dili)


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dili Minta Jakarta Ungkap Korban Santa Cruz
Teknisi Listrik Indonesia Selesai Bantu Timor Leste
Indonesia Bantu Atasi Krisis Listrik Dili
Alkatiri dan Xanana Bertengkar Soal Lampu Mati
Mobil Tentara Australia Meledak di Dili
Militan Fretilin Bersenjata Lari ke Hutan
Xanana Akan Beri Keterangan Tertutup kepada Komisi Kebenaran
Reinado Tolak Diadili Hakim Portugal
Pemerintah Desak Alkatiri Kosongkan Rumah Dinas
Alkatiri Tampik Bantuan Asing
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk111694 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data