Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

RI Soal Balibo: Case is Closed!
Jum'at, 16 November 2007 | 23:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia kemarin menolak keputusan pengadilan Australia bahwa mantan Menteri Penerangan Indonesia, Yunus Yosfiah, terlibat dalam pembunuhan wartawan asing di Balibo, Timor Timur, pada 1975.

Departemen Luar Negeri Indonesia mengatakan kasus tersebut merupakan kasus yang sudah lama ditutup. Hal tersebut ditegaskan juru bicara Departemen Luar Negeri Indonesia, Kristiarto Legowo, kemarin.

"Keputusan pengadilan koroner itu sama sekali tidak akan mengubah keputusan pemerintah Indonesia bahwa kasus tersebut sudah ditutup," tuturnya. "Pengadilan koroner Negara Bagian New South Wales mempunyai yurisdiksi yang sangat terbatas."

Sebagaimana diberitakan AFP, hasil pemeriksaan pengadilan koroner New South Wales mendapati bahwa pasukan Tentara Nasional Indonesia telah dengan sengaja menghabisi lima wartawan asing berkebangsaan Inggris, Australia, dan Selandia Baru.

Deputy State Coroner Dorelle Pinch menjelaskan lima wartawan itu (2 dari Inggris, 2 dari Australia, 1 dari Selandia Baru) secara tak sengaja terjebak dalam baku tembak. Mereka ditangkap, lalu dibunuh dengan cara ditembak dan ditusuk dari dekat.

"Saya akan mengajukan masalah ini kepada jaksa agung persemakmuran," kata Pinch. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk beberapa warga Timor Timur, juga disimpulkan bahwa purnawirawan TNI berpangkat letnan jenderal, Yunus Yosfiah, terlibat.

Saat insiden itu, Yunus berpangkat kapten infanteri. Dia adalah komandan lapangan untuk operasi di Balibo. Yunus, kata Pinch, saat itu menyamar dengan nama Kapten Andreas dan menembak wartawan tersebut.

Tuduhan itu sudah berulang kali dibantah Yunus dan pemerintah Indonesia. Ditemui Jumat (16/11) kemarin di kediamannya, Yunus menolak berbicara. "No comment!" katanya kepada Aqida Swamurti dari Tempo.

Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo A.S. juga mengatakan kasus "Balibo Five" itu sudah tutup buku. Menurut versi pemerintah Indonesia, kelima wartawan itu terbunuh saat terjadi aksi tembak-menembak antara TNI dan Fretilin di batas Kota Balibo.

Soal dampak keputusan itu, juru bicara kepresidenan Dino Pati Djalal mengatakan keputusan pengadilan koroner itu tidak akan mempengaruhi hubungan Indonesia-Australia. "Saya yakin isu ini tak akan menggoyahkan hubungan yang sangat baik ini," ujar Dino. "Case is closed!"

AFP | BBC | SUTARTO | AQIDA SWAMURTI | ANDREE PRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Howard Ingin Tuntaskan Misinya
Jilbab Dilarang di Bandara
Mobil Tentara Australia Meledak di Dili
Australia Stop Pengungsi Dari Afrika
Australia Tolak Jenderal Burma Sebagai Ambasador
Australia Memata-matai Amerika
Rusia Impor Uranium Australia
Cina dan Australia Bahas Kerja Sama Keamanan
Amerika Tak Kuatir Kesepakatan Nuklir Rusia dan Australia
Terorisme dan Demonstrasi Bayangi Forum APEC
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk111756 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pembangunan Taman Ayodya Molor
Persib Kalah, Bobotoh Rusuh di Siliwangi
Dede Jusuf Anggap, Kerusuhan Tak Bisa DIhindari "
Persib Takluk Di tangan Persija
Penjualan Selama IIMS 2008 akan Capai Rp 2 Triliun

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data