|
Hamas Kecam Indonesia
Rabu, 21 November 2007 | 14:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kelompok Hamas mengecam kesediaan Indonesia menghadiri konferensi perdamaian yang bakal dilangsungkan di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, pada 27 November.
“Saya sangat kecewa, pemerintah Indonesia telah mengkhianati rakyat Palestina,” kata Mahmud Zahar, pemimpin Hamas di Jalur Gaza, saat dihubungi Tempo melalui telepon selulernya hari ini. Karena itu mantan menteri luar negeri Palestina ini berharap Indonesia membatalkan rencana kehadirannya.
Persetujuan pemerintah menghadiri Konferensi Annapolis ini disampaikan juru bicara presiden, Dino Pati Djalal di sela-sela KTT SEAN di Singapura semalam. Ajakan terhadap Indonesia juga pernah dilontarkan Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas saat berkunjung ke tanah air Oktober lalu.
Tahun lalu, ketika Hamas masih berkuasa, Zahar pernah menyarankan kepada Presiden Susilo Bamabng Yudhoyono untuk tidak menghadiri konferensi perdamaian yang digagas Presiden George Walker Bush itu. Karena itu, ia menyesalkan kebijakan yang diambil Indonesia saat ini. “Kebijakan ini contoh buruk dari negara muslim terbesar di dunia,” ujar Zahar.
Ia menilai, kehadiran Indonesia akan sia-sia karena konferensi itu lebih pro terhadap kepentingan Israel ketimbang rakyat Palestina. Alhasil, ia sangat pertemuan Annapolis tidak akan menghasilan sesuatu yang positif. “Saya berharap rakyat Indonesia, teruatam partai-partai Islam, menentang konferensi itu,” kata Zahar.
Untuk menandingi Konferensi Annapolis, di hari yang sama, Hamas juga akan menggelar konferensi yang melibatkan semua fraksi Palestina kecuali Fatah di ibu kota Suriah, Damaskus. Sehari sebelumnya, kata Zahar, konferensi tandingan bakal digelar di Gaza.
Selain Indonesia, Malaysia juga telah menyatakan kesediannya untuk hadir di Annapolis. “Saya bakal hadir,” kata Menteri Luar Negeri Syed Hamid Albar saat dihubungi secara terpisah. Selain kedua negara itu, Turki juga diundang sebagai tim peninjau. Total ada sekitar 100 delegasi dari 40 negara yang diminta datang.
Faisal Assegaf
INDEKS BERITA LAINNYA :
|