Topan Mitag Ancam Filipina

Jum'at, 23 November 2007 | 23:09 WIB

TEMPO Interaktif, Manila: Badan Astronomi dan Geofisika Atmosfer Filipina (PAGASA) sore ini menyatakan bahwa topan Mitag bergerak stasioner dan masih mengancam semenanjung Bicol. Kawasan ini dihantam topan Durian tahun lalu, yang menyebabkan 1.200 orang tewas dan 200 ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Menurut PAGASA, sore tadi topan itu berada di titik 220 km timur Virac, Provinsi Catanduanes. Topan itu bergerak dengan kecepatan angin maksimum 175 km/jam dan hembusan hingga 210 km/jam. Kini dia bergerak ke arah barat dengan kecepatan 7 km/jam.

Topan itu diperkirakan bergerak 70 km tenggara Virac pada Sabtu sore dan bergerak ke pantai Oriental Mindoro pada Minggu sore. Lalu, dia akan menuju 290 km barat Occidental Mindoro pada Senin sore.

PAGASA mengeluarkan Sinyal Badai Nomor 3 untuk kawasan Catanduanes, Sorsogon, Albay, Pulau Burias, Camarines Sur, dan Camarines Norte. Sinyal badai terakhir adalah sinyal nomor 4, yang artinya badai sudah sangat dekat, sekitar 12 jam lagi tiba dengan kecepatan lebih dari 185 km/jam.

Pemerintah Filipina berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi satu juta penduduk di kawasan yang terancam badai. Truk-turk bak terbuka, van-van sewaaan polisi, bahkan truk sampah dikerahkan untuk mengangkut pria, wanita dan anak-anak dari kawasan bencana ke kawasan yang lebih aman.

Presiden Gloria Arroyo, yang menyingkat lawatannya ke Singapura untuk mengurusi topan ini, mengatakan kepada para pejabat bahwa dia tak ingin bencana tahun lalu (topan Durian) terulang lagi dan memerintahkan evakuasi dini.

| ABS-CBN | AFP | IWANK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: