|
Tentara Pemberontak Ditahan
Kamis, 29 November 2007 | 21:57 WIB
TEMPO Interaktif, Manila: MANILA -- Sejumlah serdadu militer Filipina yang memberontak Kamis (29/11) kemarin ditahan setelah menyatakan akan menyerah terkait dengan serangan pasukan pemerintah ke sebuah hotel bintang lima di Makati, distrik bisnis dan keuangan di jantung Kota Manila.
"Kami akan mengakhiri perlawanan kami guna menyelamatkan nyawa warga sipil dan wartawan yang terjebak di dalam hotel," tutur Senator Antonio Trillanes, purnawirawan perwira angkatan laut, sebelum ditahan, sebagaimana dilansir BBC.
Para prajurit mbalelo itu digiring dari lantai dua Hotel Peninsula dengan kedua tangan di kepala. Di bawah todongan senjata laras panjang, satu per satu prajurit tersebut dibawa menuju ke lobi. Trillanes yang baru Mei lalu menjadi senator dimasukkan ke dalam bus tahanan.
Bersama Trillanes, terdapat mantan Wakil Presiden Filipina Teofisto Guingona, politikus gaek berumur 79 tahun. Berbeda dengan yang lainnya, Teofisto digiring tanpa borgol di tangan. Adapun Brigadir Jenderal Danilo Lim diangkut dengan bus bersama anak buahnya.
Sejumlah warga sipil dan wartawan yang berada di hotel juga ikut ditahan. Polisi beralasan mereka akan dimintai keterangan. "Kami cuma ingin memastikan bahwa mereka bukanlah serdadu yang menyamar," kata juru bicara polisi, Samuel Pagdilao.
Ke-30 prajurit pemberontak itu menduduki hotel sedari pagi setelah mereka kabur saat akan menjalani pemeriksaan di pengadilan atas tuduhan melakukan upaya kudeta pada 2003. Tak kapok, mereka menuntut agar Presiden Gloria Macapagal-Arroyo mundur.
Bukan cuma itu, mereka juga menyerukan kepada Angkatan Bersenjata Filipina agar menarik dukungannya terhadap Arroyo serta menggunakan kekuatannya untuk melawan pemerintah Presiden Arroyo.
Sedikitnya terjadi tujuh kali upaya kudeta di Filipina sejak tumbangnya Ferdinand Marcos dari kursi kepresidenan pada 1986. Sejak saat itulah, militer kerap memegang peranan penting dalam setiap kehidupan politik di sana.
l AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|