Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Presiden Musharraf Dilantik
Kamis, 29 November 2007 | 22:06 WIB

TEMPO Interaktif, Islamabad:Presiden Pakistan Pervez Musharraf kamis (29/11) kemarin dilantik untuk masa jabatan kedua setelah Mahkamah Agung menyatakan bahwa hasil pemilihan itu sah secara hukum. Sehari sebelum dilantik sebagai presiden, Musharraf telah menanggalkan jabatan panglima militer.

Mengenakan jas tradisional sehrawani berkerah tinggi, Musharraf diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung Abdul Hamid Dogar. Dogar menggantikan Iftikhar Chaudhry yang dipecat lantaran bersama hakim agung lainnya menolak keadaan darurat.

Dalam kesempatan itu, Musharraf sama sekali tidak memberikan indikasi kapan status keadaan darurat akan dicabut. Dia hanya mengatakan bahwa mencabut status darurat sebagaimana yang diminta Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya sebuah obsesi yang tidak realistis.

"Kami menginginkan demokrasi, kami ingin hak asasi manusia, kami ingin kebebasan sipil, tapi kami akan melakukannya dengan cara kami sendiri," kata Musharraf. "Kami lebih memahami masyarakat kami sendiri, lingkungan kami, lebih baik dari siapa pun di Barat!"

Dalam kesempatan itu, Musharraf menyerukan adanya "rujuk politik" dan berkeras menggelar pemilihan umum sesuai dengan jadwal, yakni 8 Januari 2008. "Kecuali ada neraka atau banjir besar," katanya.

Adapun dua tokoh oposisi Pakistan, Benazir Bhutto dan Nawaz Sharif, menyebut pelantikan Musharraf sebagai presiden sipil "sedikit terlambat". Raza Rabbani, juru bicara Bhutto, mengatakan pihaknya akan menyerahkan soal legitimasi Presiden Musharraf kepada parlemen mendatang.

Adapun kubu Sharif menyatakan bahwa pemilihan dan pelantikan Presiden Musharraf ilegal dan melanggar konstitusi. "Kami menganggap Musharraf tak dipilih sebagaimana sepatutnya presiden sipil," tutur Ahsan Iqbal, juru bicara Sharif.

AP | AFP | BBC | ANDREE PRIYANTO


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jepang Didesak Tinggalkan Irak
Musharraf Tak Lagi Panglima
Australia Segera Ratifikasi Protokol Kyoto
Rudd Bawa Angin Perubahan
Pakistan Menanti Musharraf Lepas Seragam
Parlemen Pakistan Dibubarkan Kamis Tengah Malam
Bhutto Dikenai Tahanan Rumah Sepekan
Tersangka Bom Afganistan Ditangkap
Bhutto Dikenakan Tahanan Rumah
Aparat Pakistan Tangkapi Aktivis
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112618 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Tuntutan Artalyta Dibacakan Hari Ini
Gempa 5,4 Scala Richter Goyang Maluku
Kualitas Pemain Lokal Meningkat
Jakarta Berawan
Hari Ini Warga NTB Pilih Gubernur-Wakil Gubernur

<< November,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data