Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Delapan Pengunjung Mal Tewas Dibantai
Kamis, 06 Desember 2007 | 08:04 WIB

TEMPO Interaktif, Omaha:

Seorang pria dengan membabi-buta menembaki pengunjung mal di Omaha, Amerika Serikat, menewaskan sedikitnya delapan orang dan melukai lima orang lainnya. Puas memuntahkan peluru, pria yang diidentifikasi sebagai Robert A Hawkins, berusia antara 19-20 tahun itu kemudian menembak dirinya sendiri hingga tewas.

Insiden ini terjadi saat mal Van Maur di pusat kota Omaha pada Rabu (Kamis WIB) penuh pengunjung. Seorang saksi menuturkan, Hawkins berdiri di balkon lantai tiga, lalu menembaki pengunjung yang berlalu-lalang. Pengunjung mal pun panik, berlarian menyelamatkan diri. "Lutut saya bergetar. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan, pokoknya saya lari menjauh seperti yang lain," kata Kevin Kline, 29, seorang ibu yang sedang berbelanja bersama anak perempuannya.

Polisi belum mengetahui apa motif pembantaian oleh Hawkins ini. Juga belum didapat laporan, apakah saat penembakan terjadi, Hawkin sempat meneriakkan sesuatu yang mungkin bisa dilacak untuk mengetahui apa motif tindakan yang dia lakukan. Namun ibunda Hawkin menemukan secarik kertas berisi catatan anaknya. Dalam kertas itu, Hawkin menulis bahwa dia "ingin pergi dengan bergaya".
Mal Von Maur adalah salah satu jaringan mal yang cukup laris di Amerika. Penembakan ini menjadi penembakan kedua di mal yang sama. Pada Februari lalu, seorang pemuda 18 tahun menembaki pengunjung mal Von Maur di Salt Lake City. Tak ada pengunjung yang menjadi korban, karena polisi keburu menembak mati pemuda itu.

DP/AFP

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kesaksian Lain untuk Jack | 04 April 2005
Mencari Wamang di Sela Grasberg | 07 Maret 2005
Ancaman dari Rambut dan Kuku | 31 Januari 2005
Lalai Mencium Mesiu | 31 Januari 2005
Perginya Anak Petani Kopi | 17 Januari 2005
Tersodok Kesaksian Wewen | 17 Januari 2005
Tekad Polisi Disangsikan | 17 Januari 2005
Tidak Sekali Tersandung Pistol | 10 Januari 2005
Sebuah Letusan di Lantai Dansa | 10 Januari 2005
Latihan yang Merenggut Nyawa  | 17 November 1998
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polda Metro Ajukan Kenaikan Pangkat Anggotanya
Eman Tertembak Peluru Polisi
Warga Bekasi Tertembak Peluru Nyasar
Peluru di Perut Brigadir Dua Vera Sudah Diambil
Depdiknas Minta Polisi Selidiki Kasus Penembakan Mahasiswa
Panglima Protes Istilah Pembunuhan
Yuddy: Keterangan Nono Tak Bisa Jadi Patokan
Panglima TNI Nilai DPR Objektif Sikapi Kasus Pasuruan
Hari ini, Panglima TNI Batal Jelaskan Sengket Alas Progo ke DPR
Ratusan Warga Bandung Demo Markas Detasmen Angkatan Laut
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk112983 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Verifikasi Faktual DPD Lampung Terancam Molor
Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data