Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Patung Mini Laku Rp 515 Miliar
Jum'at, 07 Desember 2007 | 01:05 WIB

TEMPO Interaktif, New York:

Sebuah patung mini dan sangat langka, yang disebut Guennol Lioness, terjual $ 57 juta dolar atau sekitar Rp 515 miliar Rabu lalu di balai lelang Sotheby, New York.

Pemenang lelang hanya diketahui sebagai seorang pembeli dari Inggris. Pemenang adalah satu dari lima penawar yang mengikuti lelang itu. Dari lima orang itu, tiga orang menawar melalui telepon dan dua orang hadir di balai lelang.

"Ini suatu kehormatan bagi kami untuk menangani Guennol Lioness, satu dari karya terbaik sepanjang masa," kata Richard Keresey and Florent Heintz, dua ahli yang menangani pelelangan itu. Patung itu dperoleh dari koleksi pribadi Alastair Bradley Martin pada 1948 dan dipajang di New York Brooklyn Museum of Art. "Seorang connoisseur menyebutnya sebagai patung terbaik di muka bumi," kata dua ahli tersebut. Connoisseur adalah orang yang selera seninya bisa dipercaya.

Penjualan ini memecahkan rekor penjualan karya Pablo Picasso "Tete de Femme (Dora Maar). Karya seniman Spanyol itu terjual seharga $ 29,1 juta dolar atau sekitar Rp 260 miliar, bulan lalu di balai lelang Sotheby.

Menurut Sotheby, patung Guennol Lioness merupakan karya besar terakhir dari permulaan peradaban manusia. Sotheby menyebut patung itu kecil ukurannya, namun konsepnya sangat monumental. Richard Keresey menyebut bentuk patung itu kombinasi yang brilian antara bentuk hewan dan pose manusia.

Patung ukiran setinggi 8 centimeter itu terbuat dari batu kapur itu diperkirakan dibuat 5 ribu tahun lalu di zaman Mesopotamia. Patung itu berupa figur singa betina yang menengok ke kiri, lengan cakarnya yang berotot mengepal di depan dada. Para ahli berspekulasi figur patung itu merupakan bagian dari sistem kepercayaan kuno di Mesopotamia.

AFP/Muhammad Nur Rochmi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Makelar Jahat Itu di Jakarta | 17 Oktober 1987
Apanya Layak Museum | 17 Oktober 1987
Barang Hijau Buat Saladin | 17 Oktober 1987
Wangsit Untuk Majapahit | 26 September 1987
Kembali ke Tahun  | 19 September 1987
Sabdopalon, Setelah 500 Tahun | 19 September 1987
Menunggu Majapahit, di Abad ke-21 | 19 September 1987
Beraksi di Makam Raja | 14 November 1987
Kisah Telur di Batu Basurek | 14 November 1987


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mangkunegaran Galang Dana Perbaikan Istana
Legian Beach Festival 2007 Digelar Hari Ini
Solo Berambisi Kembalikan Kejayaan Masa Lalu
Bandung Akan Bangun Museum Mainan Anak Tradisional
Permainan Anak-anak Tradisional Terpinggirkan
Target Wisatawan di Pangandaran Belum Tercapai
Tahun 2009, Jalan Malioboro Yogya jadi Kawasan Pedestrian
Bioskop Megaria Tidak Boleh Diubah
Pemerintah Targetkan 7 Juta Wisatawan Tahun Depan
Kota Solo Diusulkan jadi Kota Cagar Budaya
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113064 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Djoko Suprapto Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit
Pemilu Dikhawatirkan Kurangi Setoran Pajak
Satu Korban Ryan Positif Orang Eropa
Pengusaha Sol Sepatu dan Petugas SPBU Ditangkap
Jenazah Ramses akan Dimakamkan

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data