|
Arroyo Ke Kuwait Mencari Pengampunan TKW Filipina
Sabtu, 08 Desember 2007 | 01:13 WIB
TEMPO Interaktif, Manila: Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo bakal terbang ke Kuwait Ahad lusa. Menurut salah satu penasehat seniornya kemarin, hal itu untuk mencari pengampunan buat seorang pembantu rumah tangga Filipina yang dihukum mati karena bersalah membunuh majikannya.
Menurut juru bicara presiden, Ignacio Bunye, Arroyo yang tengah melawat di Eropa dijadwalkan meminta penguasa Kuwait, Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah pada Ahad dan kembali ke Manila pada hari yang sama.
Manila sejauh ini sudah bekerja keras menyelamatkan Marilou Ranario, pembantu tersebut, dari tiang gantungan.
Wakil Presiden Filipina Noli de Castro sebelumnya telah bertemu dengan keluarga korban dan meminta permafaan dalam harapan membayar "uang darah" demi nyawa Ranario. Tapi hal itu ditolak.
Kasus Ranario memancing perhatian di kalangan warga Filipina yang ekonominya disumbang oleh hasil hampir dari delapan juta tenaga kerja migran. AFP/dwi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|