Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
 
   

Ajudan Bhutto Bersaksi
Sabtu, 29 Desember 2007 | 20:12 WIB

TEMPO Interaktif, Karachi:Ajudan yang membantu membersihkan jenazah Benazir Bhutto membenarkan bahwa mantan perdana menteri Pakistan tersebut tertembak peluru di bagian kepala.

Pernyataan ini kontradiktif dengan laporan pemerintah yang menyatakan kematian Bhutto akibat kepalanya membentur atap mobil.

Seperti diberitakan, Benazir Bhutto meninggal Kamis lalu dalam sebuah serangan bom bunuh diri dalam perjalanan usai berkampanye di Rawalpindi Pakistan.

Sekretaris Informasi Partai Rakyat Pakistan (Pakistan People's Party) Sherry Rehman yang berkendara di belakang mobil Bhutto saat serangan terjadi menyatakan kesimpulan pemerintah bahwa Bhutto tidak ditembak sangat aneh.

"Omong kosong yang berbahaya," ujarnya. "Bagi saya pemerintah ingin lepas tanggung jawab," lanjut dia saat wawancara dengan reporter CNN.

Menurut dia, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Bhutto terus mengeluarkan darah. Bahkan mobil yang ditumpanginya penuh dengan darah. "Sudah jelas bahwa peluru melukai kepalanya," katanya. "Ketika memandikannya kami melihat itu."

Beberapa jam setelah kematian Bhutto, salah seorang pegawai dalam kementerian dalam negeri Pakistan menyatakan Bhutto meninggal karena tembakan yang mengenai lehernya.

Tembakan terjadi saat Bhutto berdiri melalui atap bukaan mobilnya setelah berkampanye. setelah menembak pelaku kemudian meledekkan dirinya dan membunuh 23 orang lainnya.

Video saat insiden terjadi menunjukkan seorang laki-laki menembak tiga kali ke arah Bhutto sebelum ledakan terjadi.

Laporan itu konsisten dengan pernyataan dari para dokter kepada kantor berita AP yang menyatakan Bhutto meninggal saat berada di rumah sakit.

Hal ini juga dibenarkan oleh Menteri Dalam Negeri Pakistan yang menyatakan Bhutto meninggal dengan pecahan dari ledakan bom. Namun, beberapa jam kemudian menteri tersebut meralatnya.

Ia menyatakan Bhutto meninggal karena tengkorak kepalanya remuk karena terantuk atap mobil setelah tertembak atau terkena ledakan bom.

Adapun Dr. Mussadiq Khan dari Rumah Sakit Umum Rawalpindi yang merawat Bhutto sebelum dinyatakan meninggal menyatakan ada lubang besar menyolok di sisi kepala Bhutto seperti terkena serangan atau diserang oleh "sesuatu yang besar dengan kecepatan tinggi."

CNN, Reh Atemalem Susanti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk114431 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data