|
Hong Kong Baru Diizinkan Memilih Pemimpin Pada 2017
Minggu, 30 Desember 2007 | 08:36 WIB
TEMPO Interaktif, Hong Kong:
Beijing baru mengizinkan warga Hong Kong memilih pemimpinnya sendiri pada 2017. Kepala Teritorial Hong Kong Donald Tsang mengatakan keputusan Beijing itu merupakan langkah penting untuk masa depan bekas koloni Inggris tersebut.
"Terima kasih, kami menyambut gembira keputusan itu," kata Tsang dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Associated Press.
Di Hong Kong, isu reformasi pemilihan ini menjadi bahan perdebatan dua kelompok politik. Kelompok pro-demokrasi menginginkan kebebasan politik yang lebih besar pada 2012. Alasannya, Hong Kong cukup mampu memilih pemerintahanya sendiri.
Sebaliknya, kelompok pro-Beijing menginginkan penundaan pemilihan pemimpin Hong Kong hingga 2017. Kelompok ini beralasan, demokratisasi di Hong Kong harus dilakukan bertahap.
Tsang mengimbau pihak-pihak yang bersilang pendapat itu mengesampingkan perbedaan di antara mereka. "Kita mesti menyimpan kesempatan berharga ini," kata dia.
Hingga sat ini, hanya setengah dari 60 kursi legislatif yang dipilih. Sedangkan pucuk pimpinan Hong Kong masih dipilih oleh 800 anggota komite yang loyal kepada Beijing.
Saat diserahkan kepada China pada 1997, warga Hong Kong berpeluang membentuk pemerintah otonom dan memilih pemimpin sendiri. Namun, peluang itu tak bisa direalisasikan karena terganjal izin Beijing.
AP | Muhammad Nur Rochmi
INDEKS BERITA LAINNYA :
|