|
Selidiki Kematian Bhutto, Musharraf Minta Bantuan Inggris
Kamis, 03 Januari 2008 | 12:34 WIB
TEMPO Interaktif, Islamabad: Presiden Pakistan Pervez Musharraf meminta bantuan polisi Inggris (Scotland Yard) untuk menyelidiki penyebab kematian mantan perdana menteri Benazir Bhutto.
Menurut dia, investigasi ini sangat penting untuk menghilangkan kekecewaan para pendukung Bhutto atas pejelasan pemerintah soal sebab terbunuhnya Bhutto. Ini juga akan menghapus kerancuan versi kenapa ibu tiga anak itu meninggal.
"Saya yakin investigasi dengan bantuan Scotland Yard akan berjalan dengan benar dan menghilangkan semua keraguan seputar kasus itu," kata Musharraf dalam pidato nasional pertamanya sejak Bhutto tewas 27 Desember lalu. Sebelumnya ia berkali-kali menolak PBB turut campur dalam kasus ini.
Namun seorang pejabat senior pemerintah menegaskan keterlibatan Scotland Yard tidak akan berpengaruh positif. "Mereka hanya akan menanyakan dua hal: apakah Anda memiliki laporan pasca kematian? Apakah Anda tahu sebabnya?" ujar sumber yang enggan disebutkan identitasnya ini.
Pada kesempatan itu, Musharraf juga mendukung keputusan komisi pemilihan umum yang menunda pelaksaan pencoblosan suara pada 18 Februari. Jadwal sebelumnya adalah Selasa pekan depan.
Insiden itu terjadi setelah Bhutto berkampanye di Kota Rawalpindi. Semula, pemerintah menyatakan Bhutto menemui ajal lantaran terbentur jendela atap mobil. Namun rekaman video amatir yang beredar, ia tewas karena ditembak tiga kali oleh seorang pria berkaca mata dan berjas hitam dari arah belakang. Dua detik setelah itu, bom meledak.
Pemerintah juga menuding Al-Qaidah sebagai dalang pembunuhan itu. Namun kepada Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband, Bhutto pernah menuduh tiga orang anak buah Musharraf sebagai otaknya. Surat rahasia itu ia kirim beberapa pekan sebelum kematiannya.
AFP/Faisal Assegaf
INDEKS BERITA LAINNYA :
|