|
Ulama Iran: Bush Sudah Bangkrut
Jum'at, 11 Januari 2008 | 22:48 WIB
TEMPO Interaktif, Teheran: Pemimpin Imam Jumat Sementara Teheran, Ayatollah Seyyed Ahmad Khatami, menyerukan agar para pemimpin Arab menjauhkan diri dari Presiden Amerika Serikat George W. Bush, yang sedang menggalang dukungan negara-negara Teluk untuk mengisolasi Iran.
"Kita harap sebagian negara Arab punya kebajikan untuk tidak menggantungkan nasibnya kepada seorang presiden yang menyedihkan dan sudah bangkrut itu, yang akan tamat dalam setahun," kata Khatami dalam khotbah Jumat di Teheran, yang disiarkan langsung oleh radio pemerintah.
Khatami menilai "proyek Iranofobia" Bush itu, "Sebuah kebohongan yang diulang-ulang, yang tak akan punya pendengar, karena negara tetangga kita tahu bahwa Iran yang kuat akan jadi sahabat terbaik mereka," katanya.
Bush akan mengunjungi Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Rabu lalu ia menyebut Iran sebagai ancaman bagi perdamaian dunia dan tak boleh dibiarkan mengembangkan pengetahuan untuk mengembangkan senjata nuklir.
Teheran telah berkali-kali membantah jika dikatakan hendak mengembangkan senjata atom. Republik Islam itu menegaskan bahwa program nuklirnya hanya untuk memenuhi kebutuhan energi dan tujuan-tujuan damai.
Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Mohammad el-Baradei hari ini tiba di Teheran untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tersisa mengenai kegiatan nuklir Iran. Kedatangannya disambut Wakil Kepala Badan Energi Atom Iran Mohammad Saeedi.
"Hubungan Teheran dan IAEA memasuki tahap baru dalam hal kerja sama aktif Iran terhadap penyelesaian atas pertanyaan-pertanyaan dasar dan penting dalam isu nuklir," kata Saeedi kepada kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Setelah empat tahun menyelidiki nuklir Iran, IAEA diharapkan akan menarik kesimpulan akhirnya setelah kunjungan El-Baradei ini. "Kita harap El-Baradei, setelah melihat kenyataannya, akan membuat laporan yang positif dan realistis serta menutup kasus kita sepenuhnya di badan itu," ujar Khatami.
l AFP | IRIB | IRNA | IWANK
INDEKS BERITA LAINNYA :
|